Siapa
sie yang ingin jadi anak berkebutuhan khusus, tidak ada kali yang minta, kita
ditakdirkan menjadi anak berkebutuhan khusus karena kita mampu untuk itu. Tapi yang jadi kendala kami adalah saat kami
mulai tumbuh menjadi anak, karena lingkungan kami tak tahu bahwa kami anak
berkebutuhan Khusus, kami diperlakukan tanpa tahu potensi kami, padahal kami
sungguh berbeda, kami tak bisa menggungkapkan apa yang kami inginkan atau apa
yang kami mau, tapi bukan berarti kami bodoh? Kami juga anak Indonesia.
Suatu
kecil saya bangga mama memasukkan saya di TK dan Gurunya mama saya sendiri,
saya sangat senang belajar dan bermain walau saya sering marah dan tak suka
dipaksa tapi mama mampu menyanyangiku luar biasa dan aku berhasil melewati fase
taman kanak-kanakku.
Saatnya
SD guru kelas 1 ku sangat baik sekali, aku belajar membaca dengan sangat cepat,
namun tulisanku sangat jelek serta aku
tak bisa menghitung dan sangat susah mengikuti pelajaran olah raga. Namun itu
bisa saya lewati karena guru kelas 1 ku sangat baik.
Sekarang
aku kelas 2 SD dan guruku berganti, mulailah perlakuan kasar bagiku, mulai dari
cacian kasar muali dari guruku, temanku bahkan sampai orangtua temanku dan
rasanya sangat sakit apalagi ejekan mereka mulai keterlalu, saya di bilang
autis atau gila bahkan sampai goblok.
Sakit banget rasanya, apalagi mama, mama sering nangis tiap kali saya
direndahkan orang, aku benci orang yang membuat mama menangis.
Hari
ini hari yang sangat membuatku ketakutan sampai sekarang, aku dipukul guruku
hingga berdarah dan terluka parah. Papa
melarikanku kerumah sakit, sejak saat itu saya takut kesekolah dan tak mau
sekolah lagi.
Dua
bulan rasanya saya sangat ketakutan apalagi saat mendengar suara keras. Papa memindahkanku sekolah, Pelita Bunda
menjadi tujuan sekolahku, disini aku belajar mengembangkan bakatku, belajar
dengan rajin dan gurunya sangat
baik. Apalagi pak Abi dia sangat tampan
dan baik sekali.
Penuturan Aldi