Kamis, 31 Maret 2011

Sebuah Mukjizat dari kata "Maaf" (Renungan)


Sebuah Mukjizat dari kata "Maaf" (Renungan)

Entah dari mana asal muasalnya, yang pasti ini wajib kita sampaikan untuk saling cerita, yang didalamnya banyak mengandung hikmah yang terkadang kita lupakan bahkan diabaikan.

Ada seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak ,, Georgia , Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik kepadanya, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik buat istri dan anaknya perempuan. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, bila keadaan mabuk, ia lalu berbuat kasar dan sering kali ia memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya hingga terkuras habis selama bertahun istrinya menabung. Ia lalu naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang dia anggap yang baik. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. 

Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Gambling, drug. Dia menikmati semuanya itu. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kehabisan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi lalu menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Hari demi hari ia alami di penjara membuat ia berpikir dan menyesali. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai sadar dan merindukan keluarganya yang ada di rumahnya. Dia sangat merindukan keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia, yang telah dilakukan selama ini. Jika masih diberi kesempatan ia akan menyayangi istri dan anaknya, bahwa ia juga masih mencintai isteri dan anaknya. Dan ia berharap dia masih boleh kembali. 

Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti dengan apa yang telah aku perbuat selama ini dan aku tidak akan turun dari bis. Aku akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak kita seumur hidupku.” Ia menulis surat itu dengan tidak henti-henti air matanya mengalir.

Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. di sampingnya ada yang memperhatikan tingkah dia. "kamu kenapa? keliahatannya kamu begitu tegang." kata seorang pria yang duduk di sampingnya. Spontan ia menoleh,dan air matanya pun mulai berkaca-kaca. Ia lalu menceritakan kisahnya sejak ia menikah dan saat ia juga memperlakukan istri dan anaknya.

Seisi bis mendengar ceritanya dan kebanyakan terharu dengan rasa penyelannya. Beberapa penumpang bus meminta kepada sopir bus untuk berjalan perlahan-lahan. “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi…” Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak, dan para penumpang pun tidak berkedip untuk menyaksikan hal itu. Hingga akhirnya ia tidak berani mengangkat kepalanya, ia menutupi mukanya dengan kedua tanganya karena ia begitu terasa tegang. Keringat dingin mengucur deras,bajunya pun sampai basah. 

"Lihat....disana ada kain besar yang menutupi setiap pohon." seru seorang penumpang. Seketika pria itu langsung melihat yang di tunjukan oleh seorang penumpang. Air matanya tiba-tiba menetes di matanya… ternyata ia tidak melihat sehelai pita kuning… tidak ada sehelai….. . Melainkan ada kain-kain kuning yang menutupi semua pohon …. Ooh… seluruh pohon telah dibalut oleh kain kuning. Ketika turun di halte, ternyata seluruh keluarga besar istrinya telah menunggu di pohon beringin itu dengan anaknya juga. Melihat ia di sambut dengan istri dan anaknya serta keluarga besar istrinya, hatinya makin tak kuasa tuk menahan haru. Ia lalu berjalan menghampiri mereka. Anaknya pun berlari sambil memanggil ayah dan ia pun memeluk ayahnya. Istrinya menyusul dan tuk menjemput suaminya. Ia bisa lega hatinya karena istrinya bukan hanya mengampuni tetapi juga mau memberikan kasihnya untuk dia

Pesan  :
Inilah yang dinamakan cinta, perempuan selalu bisa memaafkan lelaki, karena dalam hati perempuan tidak akan ada rasa benci sedikitpun terhadap lelaki yang ia cintai.
Duhai Kaum lelaki, hidup ini akan sangat terang gemintang ketika istri menunggu pulang saat kerja, ketika tertawa kecil dari sang anak, semua lelah ini akan berguguran ketika mereka slalu ada. Jangan abaikan mereka. Suksesmu adalah dari mereka bukan dari diri sendiri.

Selasa, 29 Maret 2011

10 ALASAN TIDAK MENGGUNAKAN JILBAB (BERHIJAB)


10 ALASAN TIDAK MENGGUNAKAN JILBAB (BERHIJAB)

ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab
Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya.
Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?
ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.
Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad). Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)

Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.
ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.
Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang yang membohongi dirinya sendiri dengan mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.
Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13).Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.
ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.
Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81). Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat tali besar untuk menarikmu dari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan didalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah” (QS. AN-NABA 78:24-25). Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.
ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.
Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka takut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. AL BAQARAH 2:66). Kesimpulannya, apabila kau memang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya
ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.
Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. TAHA 20:124). Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?
Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.
ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?
Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?
ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.
Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.
ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.
Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21).
Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”(QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.
ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!
Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.

Saudariku,
Jangan biarkan tubuhmu dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan” (QS Ali ‘Imran 3:185). Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !”
Sumber oleh : Dr. Huwayda Ismaeel

Sabtu, 26 Maret 2011

Bimbingan Konseling 2008 Jilid 1 Tarinta Kost


Bimbingan Konseling 2008
Jilid 1
Tarinta Kost
Dalam ke Esahan Tuhan…..
Kami disatukan……
Tempat indah menjadi saksi nikmatnya persaudaran…..
Selalu setia dalam kondisi………
Cinta, kejujuran dan kedisiplinan yang rapuh
Menjadi lalapan setipa harinya,
Satu kata….
TARINTA……..
Kalau ngomongin bimbingan konseling angkatan 2008 pasti tak akan dapat kita pisahkan dengan kost tarinta karena 10 dari 83 orang mahasiswa bimbingan dan konseling ngekost ditarinta. Jadi ngomongin bimingan konseling tak akan lepas dari tarinta. Jadi kita akn bahsan seputar penghuni tarinta kost khususnya mahasiswi bimbingan dan konseling angkatan 2008 yang ada disana. Yuks kita bahas….
Sebelum kita bahas anak tarinta, kita absen dulu……
1.      Bety Vitriana
2.      Anggun kholifa
3.      Juliah nur farlianti
4.      Marlina padatu
5.      Emmy ardiwinta
6.      Hardianti
7.      Nurul fatmawati
8.      Jayfatur R
9.      Nita rahmanianti
10.  Ghonia
Ada yang belum diabsen?
Tarinta kost menjadi bagian penting dari perjalanan keindahan kami, tak hanya itu kost tarinta juga pernah menjadi saksi pasangan yang indah, penghuni kost tarinta juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Setiap ada masak-masak ataupun hal yang sangat mendesak yang hanya bisa dilakukan ditempat terdekat, kost tarinta lah yang menjadi tujuan utama dari kami.
Tapi dari itu semua ada satu hal buruk dari sebagian penghuni kost tarinta yang banyak orang tak suka, adalah masalah kedisiplinan, terutama anak Bimbingan dan konseling sangat suka sama yang nama terlambat, bagimana gag terlambat, tunggu ada dosen baru mau masuk yang terlambat lah, atau sangking setia kawannya mereka saling menungu sehingga semuanya jadi terlambat, apakah penghuni tarinta kost utamanya anak Bimbingan dan konseling tak terlambat lagi/????
Kita tunggu saja perubahannya, entah semakin disiplin ataukah makin mengila terlambatnya………

Jumat, 25 Maret 2011

10 Jenis Binatang Yang Cenderung Menjadi Homo Atau Lesbi



Manusia bukan satu-satunya mahluk yang, sebagian, menyukai sesama jenis. Peneliti menyatakan ada lebih dari 450 binatang yang punya kecenderungan homoseksual. Mulai dari monyet di atas pohon sampai lumba-lumba di bawah permukaan laut. Berikut 10 hewan yang suka dengan sesama jenis:

1. Burung Guianan Cock (Rupicola rupicola)

Persentase homoseksualitas di burung berbulu merah ini sangat tinggi. Sebanyak 40 persen pejantan mereka melalap sesamanya. Dan sebagian dari jumlah itu tercatat tidak pernah menyentuh betina seumur hidupnya.

2. Paus Abu-abu (Eschrichtius robustus)

Melihat hewan raksasa ini menyembur air ke udara, terlihat indah dan menggemaskan. Tapi mungkin saja yang anda saksikan adalah bagian dari ritual pesta seks mereka. Paus abu-abu suka berhubungan seks ramai-ramai, semuanya jantan, dengan bergelut-gelut di bawah permukaan air sehingga alat kelamin mereka saling bergesekan. Lalu menyemburkan air ke udara.

3. Singa Laut (Odobenus rosmarus)
Singa laut jantan baru berhubungan badan dengan betina saat dewasa atau empat tahun. Sebelum mencapai masa itu, mereka terlibat dalam hubungan asmara sejenis.
Singa laut jantan yang sudah dewasa umumnya biseksual: berhubungan dengan betina di musim kawin, dan menghabiskan sisa tahun bersama jantan-jantan muda. Caranya dengan saling menggesek badan dan tidur bareng di air.

4. Angsa (Cygnus)
Ini contoh pasangan sesama jenis yang mampu membina keluarga. Hampir seperempat dari total anak-anak angsa diasuh "ayah dan ibu" jantan. Pasangan angsa yang suka sesama jenis hanya membutuhkan betina untuk kawin. Setelah betina bertelur, pejantan bersama pasangannya mengusir si betina dan mengerami telur-telur yang ditinggalkannya.

5. Antelop
Pada hewan bertanduk ini juga suka sesama jenis terutama betina. Jumlahnya mencapai 9 persen dari total aktivitas seksual.

6. Jerapah (Giraffa camelopardalis)
Satu dari 20 jerapah jantan adalah gay. Mereka bersenang-senang dengan saling melilit leher dan berujung pada tindih-tindihan. Dalam banyak kelompok jerapah, aktivitas homoseksual tercatat lebih banyak ketimbang heteroseksual.

7. Lumba-lumba (Tursiops truncatus)
Hampir semua lumba-lumba jantan adalah biseksual. Mereka kawin dengan betina di musim kawin, lalu jadi pecinta sesama jenis waktu lain. Mamalia laut yang menggemaskan ini menggemari oral seks, menggunakan moncong untuk menyenangkan pasangan gay-nya. Cara lain lewat berenang dan saling menggesekan tubuh ke pasangannya.


8. Bison
Badannya besar dan boleh dibilang sangar. Tapi tingkat homoseksual di hewan ini sangat tinggi. Lebih dari 55 persen bison muda lebih memilih sesama jantan ketimbang betina mereka. Perilaku ini juga berlaku selama musim kawin, dimana bison betina cuma berahi setahun sekali. Di musim kawin, bison jantan berhubungan dengan jantan lainnya beberapa kali sehari.


9. Kera Makaka (Macaca fascicularis)
Baik makaka jantan dan betina penyuka sesama jenis. Uniknya, yang betina cenderung memelihara hubungan asmara mereka jangka panjang. Sementara jantannya lebih doyan ganti pasangan saban habis bercinta.


10. Bonobo (Pan paniscus)
Nyaris seluruh bonobo alias simpanse kerdil merupakan biseksual. Saking doyannya mereka bersetubuh, setiap ada pertikaian diselesaikan dengan bercinta. Aktivitas homoseksual didominasi betina, dengan jumlah mencapai dua per tiga.

TEMPO Interaktif, New York