Kamis, 03 Januari 2013

DASAR ANAK KECIL


Ada yang pernah mengatakan bahwa proses hidup, akan berakhir saat kita mencapai usia lanjut atau tua. Dimana seseorang telah melihat apa dan bagaimana perjuangan hidup itu. Berawal dari perjalanan kecil, melangkah, berjalan, sampai berlari bahkan pernah jatuh namun bisa bangkit dan berjalan lagi dengan tegap, itulah peroses hidup. Hal yang menarik dalam mempelajari kehidupan itu adalah bagaimana seseorang dapat mengatakan ya saat hatinya mengatakan tidak.
Melihat indahnya mentari pagi menyadarkan aku betapa besar kasih BAPA disurga, aku berjalan dengan penuh harap bahwa hari ini aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Aku sulung dari dua bersaudara, namaku bryel dan adikku bernama liyo aku sangat tidak cocok dengan adikku, padahal umumnya kalau bersaudara selalu akur, namun berbanding terbalik dengan aku dan liyo. Aku sangat kesel dengan prilakunya yang sangat manja sama kedua orang tuaku, aku selalu dituntut harus mengalah karena liyo masih kecil, padahal itu hanya alasan saja. Dasar anak kecil selalu merepotkan saja.
Pagi ini aku bergegas berangkat kesekolah, sebagai seorang siswa yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, aku beresekolah disalah satu sekolah negeri dikota tempat aku tinggal. Sial….! Sungguh sial aku hari ini, hanya karena nunggu liyo yang mandinya lama banget kayak putri raja sampai aku kena getahnya. Padahal sudah secepat mungkin aku memacuh motor kesayanganku. Namun, tetap saja masih terlambat.”bryel,!!!! suara yang begitu nyaring dan tidak asing lagi dikupingku memanggil diujung lorong”. Ternyata suara tersebut adalah bapak ikmal, seperti biasa kalau terlambat dengan senyumnya yang sengat mengerikan dengan puasnya, aku dikerjain sama guru yang sangat menyebalkan ini, dari bersihkan toilet sampai ruang guru. Akhirnya kerjaanku selesai juga namun mata pelajaran pertama dan kedua sudah selesai. Apesnya lagi saat masuk kekelas saat pergantian mata pelajaran ketiga tugas yang disuruh kerjakan oleh ibu nur, ketinggalan karena tadi pas berangkat aku buru-buru. Aaaaahahhhhhhh hari yang berat akhirnya berakhir bersamaan dengan bunyi bell pulang berbunyi.
Hal yang paling aku sukai saat pulang sekolah yaitu makan esman. Hahahaaaa esman(karena nama tukang esnya pak man) lucu ya… tapi dijamin esnya sangat enaaak…! Namun kesenangan ku akan segera berubah saat tiba dirumah, yaa biasa, saat dirumah akan ketemu lagi sama sih liyo yang sangat memnyebalkan apalagi hari ini mama sama papa lagi keluar kota karena nenek sakit, jadi mama sama papa diminta untuk mengunjungi nenek. Coba saja anak manja ini di bawah juga aku bisa bebas walaupun hanya seharian.”kakak bryel, baru nyampe yaaa…” suara yang paling gak suka aku dengar.”iya kenapa, gak bisa liat ya” dengan ketus aku menjawab pertanyaan anak tengil satu itu. Uhh pegel banget pengen rasanya langsung rebahan agar rasa capek ini bisa segera hilang. Mmmm rasanya nyaman banget.
Pukul 09:00 malam aku terkejut bangun dari mimpi indahku saat seseorang dengan kasarnya menarik selimut yang melindungi tubuh indahku..”liyo…… ada apa shi ganggu malem-malem gini, apa gak liat aku lagi tidur, hah!” dengan kasar aku memarahi boca tengil satu ini,.”kakak liyo laper..”dengan wajahnya yang sangat imut memohan untuk dibuatkan makanan.”laper,.! makan donk masa harus bangunin aku, kan jam segini bibi masih bangun.” Seperti biasa aku selalu merasa marah kalau berhadapan dengan anak kecil satu ini walaupun sebenarnya liyo sudah kelas 2 SMP, tapi tingkah lakunya masih sama kayak anak SD, nyebelin pokoknya.”gak mau, maunya kakak bryel yang buatin”. Seperti biasa jurus maksa yang selalu liyo gunakan, pasti selalu berhasil walaupun aku sangat gak suka sama anak kecil ini namun, yah gitu lah. Akhirnya, aku buatin dadar telur ama nasi goreng yang telah menjadi kesukaannya. Nhi anak kecil makananmu udah selesai. Sanah pergi makan terus jangan ganggu aku lagi, aku capek mau tidur. Awas kalau kamu ganggu. (sambil mengepalkan tangan). Kriiingg, kriiinggg, kriinngggg(bunyi jam alaram)… ahhhhhhhh,. Sial lagi, aku kesiangan lagi ini semua karena anak kecil yang menjengkelkan kapan shi aku biasa lepas dari anak kecil ini. Ya TUHAN ijinkan aku merasakan kebahagiaan walaupun hanya sesaat, aku ingin anak kecil itu menjauh dari hidupku. Ahhhhhahhhhhhh
Kembali lagi membersihkan toilet dan ruang guru, kayaknya ini sudah menjadi sebuah kebiasaan baru dan menjadi rutinitas saat memulai hari-hariku disekolah karena sering terlambat, kalau bukan karena ngantri mandi, pasti seragam sekolah gua diumpetin sama anak kecil yang sangat menyebalkan itu. Gak disekolah maupun dirumah selalu sial terus,. Oh TUHAN apa ini menjadi jalan hidupku. Sebel banget. Pengen rasanya pergi menjauh dari kehidupan ini dan menyendiri untuk merasakan ketenangan dihati tapi itu mustahil. Dalam perjalanan pulang aku sangat kesal karena masih teringat dengan kejadian hari ini, dimana aku selalu sial mulai dari bangun terlambat sampai mendapat hukuman disekolah hhuuuuhuhuhhhuu. Ingin rasanya untuk memarahi anak kecil itu sesampai dirumah namun niat itu segera berubah saat tibah dirumah karena melihat anak kecil yang biasanya nyebelin tapi tiba-tiba berubah, prilakunya yang sangat nyebelin kog menjadi pendiam, aku jadi bingung dengan perubahan prilaku yang terjadi pada liyo tapi belum hilang rasa heranku dalam hati aku sangat bersyukur karena anak kecil itu bisa diam walaupun entah sampai kapan, tapi pokoknya aku senang banget. Dengan wajah penuh kemenangan aku melangkah masuk kedalam rumah.
Hari-hariku berubah total, dari yang hiasanya terlambat malahan selalu dating dengan tepat waktu karena biasanya harus ngantri untuk mandi tapi entah sengaja atau tidak liyo mengalah agar aku mandi duluan. “Hahahaaa pokonya senang banget aku hari  ini”, aku tidak menyadari kalau semua itu terlalu cepat apa pengaruh doaku atau emang sudah saatnya liyo menjadi dewasa bukan lagi anak kecil, tapi masa bodoh yang penting hidupku kembali normal lagi.
Setiba dirumah aku langsung bergegas mandi dan nonton tv biasanya harus rebutan ama anak kecil, tapi malahan dengan wajah tersenyum liyo memberikan remot tv ke aku agar aku bisa nonton acara kesukaanku,”wahh, tumben nhi kayaknya ada maunya nhi anak kecil satu ini. Kenapa ngomong aja gak usah sok baik deh sama aku”, masih dengan wajah penasaran aku mendapatkan jawaban yang tak kalah bagaikan petir disiang bolong.”gak kog cuman mau nonton bareng kakak bryel aja, gak apakan kalau liyo mau nonton ama kakak.!”.masih dengan ekspresi yang sangat mengagetkan gak percaya aku mendengar jawaban dari anak kecil itu. Aku berpikir kenapa anak kecil ini jangan-jangan dia kenapa-napa lagi, walaupun aku gak pernah akur ama liyo tapi aku sebenarnya sayang ama dia karena dia adalah adikku satu-satunya. “ayo ngomong kenapa kamu anak kecil, gak usah sok imut gitu amit-amit tahu”. Dengan pedenya liyo menjawab pertanyaanku.”iya amit-amit, kan adeknya amit-amit, hahahahahaaaa”. Ditanya malahan becanda gak jelas. Lagi asik nonton acara kesukaanku tiba-tiba kepalaku sakit, dengan segera aku naik kekamarku untuk mencari obat sakit kepala yang biasa aku minum, aneh banget biasanya kepalaku sakit kalau terlalu keras mikir saat belajar, kata mama itu karena aku kecapean aja tapi kayaknya biasa aja. Mungkin karena pengaruh obat sakit kepalanya aku tertidur dengan pulas.
Untung hari ini, hari minggu jadi biarpun bangun kesiangan gak apa!. Ahahahahahaa pokoknya senang banget dehh bisa bermalas-malas ria diatas tempat tidurku yang nyaman banget. “kakak bryel turun sarapan bareng yuk”. Kog tumben anak kecil mau panggil aku untuk turun arapan biasanya juga bibi yang manggil untuk sarapan, kayaknya anak kecil ini lagi kesambet malaikat baik hati.”iya, bentar lagi aku turun”. Dengan buru-buru aku turunin anak tangga dari lantai dua menuju tempat makan, tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh semua yang berada di ruang makan kaget dan langsung menujuh ruang tengah. Dengan histeri mama memanggil namaku,”bryel…bryel..bryel,kenapa kamu sayang”. Gak kalah panic papapun langsung nelfon dokter haris yang merupakan dokter keluarga.”dokter aku kenapa aku gak apa-apa kan?.dengan gak sabar aku bertanya ke dokter haris.”gak kenapa-napa kog nak bryel, baik-baik aja mungkin hanya kecapean aja!.” Dengan senyum ramahnya dokter haris menjawab pertanyaanku. Aku legah mendengar jawaban dari dokter haris.
Gak terasa udah lebih dari sebulan aku ama liyo akrab, gak seperti biasanya selalu berantem dari hal sepele ampe hal yang gak jelas. Dalam perjalanan pulang tiba-tiba kepalaku sakit sehingga motor yang aku bawah menjadi hilang kendali dan tiba-tiba dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi sebuah minibus datang dan dengan hitungan detik kejadian tersebut gak bisa terhindari,. Saat sadar yang sku lihat hanya ruangan yang serbah berwarna putih dan beberapa orang yang berpakain serbah putih dalam pikirku inikah surga. Ternyata aku salah besar karena aku sekarang lagi didalam ruang oprasi dan mereka yang berpakain putih itu adalah dokter yang telah menangani aku. Gak habis piker apa yang sebenarnya terjadi sama diriku yang aku ingat hanya dimana ada mobil dan semuanya hilang.
Mataku terasa berat banget, gak tahu kenapa tapi dengan perlahan aku tetap memaksa mata ini untuk terbuka dan terjaga. Aku melihat kesekeliling namun gak menemukan siapapun sampai aku merasakan ada seseorang yang tertidur diatas telapak tanganku, dan ternyata yan menemanin aku dan yang telah tertidur pula situ adalah liyo, anak kecil yang sangat aku benci. Karena, tanganku bergerak liyopun terbangun.”kakak bryel udah bangun, akhirnya kakak bangun juga setelah dua minggu koma”. Apa dua minggu koma, kog bisa jadi selama dua minggu ini liyo menemanin saya.”makasih ya anak kecil”. Dengan tersenyum liyo membalas tatapan saya.
Sebulan kemudian
Walaupun sudah dinyatakan sehat oleh dokter aku merasa sesuatu yang lain selalu mengganggu dihatiku setiap kali aku merasakan hal yang indah,  entah mengapa hati ini selalu sakit dan semakin hari semakin terasa sakitnya hingga akhirnya aku harus masuk rumah sakit lagi. Serangkaian tes kesehatan aku jalani dan akhirnya dokter mengatakan ada serpihan kaca yang tertanam di dalam hatiku sehingga saat pemeriksaan awal gak terdeteksi namun setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan baruhlah nampak ada serpihan kaca yang tertanam didalam hatiku sehingga mengakibatkan infeksi, yang sering membuat hatiku sakit. Bagai petir disiang hari aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang aku harus menjalani transplantasi hati secepatnya atau aku harus kehilangan semuanya dalam hitungan bulan, bahkan hari. Dengan wajah yang bagai kehilangan semangat hidup aku menjalani hidup ini dan semakin pasrah untuk menjalaninya, aku selalu bertanya dimana TUHAN saat aku membutuhkannya, aku semakin kecewa menjalani hidup ini semakin benci dengan semuanya. Hubungan aku dengan liyo yang awalnya sudah mulai membaik akhirnya berantakan karena aku selalu marah yang tak jelas dengan liyo, apa lagi sama mama dan papa. Pokoknya aku benci banget sama mereka semua karena tidak peduli lagi dengankeadaanku. Aku semakin terpuruk dengan keadaan ini sehingga beberapa kali aku mencoba untuk mengakhiri hidup ini. Dalam mencari kepastian hidupku, aku selalu berharap bahwa hidupku akan berakhir dengan goresan pena manis, bayangan simphoni yang selalu bergerak di bawah telapak kakiku, dan lantunan angin yang sejuk selalu menyegarkan duniaku. Namun semua sirnah disaat aku harus masuk rumah sakit dan menunggu seseorang yang mw mendonorkan hatinya buat aku, namun bagaikan punuk yang merindukan bulan tak ada hasilnya sama sekali, setiap kali mendapatkan donor hati, hatinya selalu tidak cocok. Dengan putus asa aku menerima nasibku yang semakin malang sampai suatu saat aku kembali koma, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan baru aku kembali sadar dari koma, namun semuanya terasa berbeda ada yang berbeda dengan hati ini rasa perih yang aku sering derita tiba-tiba menghilang bagai tak berbekas.” Aku bersyukur karena aku telah mendapatkan donor yang tepat sehingga hati ini tidak sakit lagi, terima kasih TUHAN”. Dari saat aku bangun tadi mama sama papa kog gak kelihatan apa sampai begitu kah aku gak diharapkan lagi, pasti mereka sekarang bersama liyo lagi senang-senang! Pokoknya aku benci,…benci,……!!!!
Letih tubuh ini mungkin karena terlalu lama tertidur, saat aku bangun dari tempat tidur aku mendapatkan tumpukan kertas yang tergletak di samping tempat tidurku, dengan sepenuh tenaga aku mengambil beberapa kertas tersebut dan betapa kagetnya aku melihat gambar diriku yang lagi senyum tergambar dengan indahnya diatas selembar kertas putih tersebut, dan ada beberapa catatan. Yang paling membuat aku kaget dan tak menyangka yang membuat semua itu adalah liyo saat menemani aku waktu aku koma.
Senyum indahmu, bagaikan pelangi kasih yang TUHAN hadirkan didalam hidupku. Aku sangat bersyukur karena dilahirkan sebagai adikmu dan aku mendapatkan kakak sebaik dirimu, rasa bangga ini tak dapat aku ungkapkan. Dengan bermanja-manja aku berharap bisa mendapatkan perhatianmu lagi kakakku.
Kakak sekarang sudah seminggu aku menemani kakak, cepat bangun kak supaya kita bisa bersama lagi agar supaya mama sama papa bisa tersenyum lagi, dan kita bisa menjadi keluarga yang bahagia..
Tak terasa sudah sebulan kakak masih tertidur, ya TUHAN sembuhkan kakakku kembalikan kak kepada kami aku siap menggantikan posisinya walau harus nyawa yang haru aku berikan karena aku sangat sayang kakakku.
Itu catatan terakhir yang aku baca.” Dasar anak kecil, walaupun menyebalkan tapi bisa membuat aku kangen ama kamu,”. Dengan tergesa-gesa aku turun dari tempat tidur untuk mencari liyo karena aku sadar ternyata yang aku butuhkan adalah liyo karena aku sangat sayang ama dia. Dilorong rumah sakit yang aku temukan bukan liyo tapi mama sama papa.” Mama, papa liyo mana kog gak bareng ama kalian”. Mama masih terdiam gak menjawab.” Mama liyo mana?,… papa liyo mana, kog dia gak ada disini. Dasar anak kecil pasti dia mau kasih kejutan ya ama aku ma?”. Jadi gak sabar untuk bertemu ama adikku yang paling nyebelin itu,. Saat pulang dari rumah sakit bukan menuju rumah tapi papa ketempat yang sama sekali gak terpikirkan olehku.” Papa apa gak salah nhi, aku pengen pulang mau ketemu liyo kog ketempat gini”. Bingung dan semakin bunging tiba-tiba tangis mama pun pecah,.” Liyo,. Udah gak ada,,”.” Apaan sih kog mama ngomong gitu gak baik tahu ma”. Masih bingung dengan semua ini langkahku berhenti digundukan tanah dengan sebuah batu Nissan yang bertuliskan
Beristirahat dengan tenang disisi BAPA disorga
Nama : MILANO ARLIYO RAJAPUTRA
Lahir : 04-april-1998
Wafat : 26-mei-2012
Air mata inipun tak dapat dibendung lagi setelah melihat ini semua dan mama berusaha menjelaskan bahwa, selama aku koma liyolah yang selalu menemanin aku dirumah sakit sehabis pulang sekolah liyo langsung kerumah sakit, sampai bermalam di rumah sakit dan gak mau meninggalkan aku, walaupun mama dan papa sudah menyerah sama dokter karena gak mendapatkan donor hati yang cocok. Namun, ternyata liyo selalu melarang dokter untuk mencabut semua alat bantu yang dipasang dan ngotot bahwa aku akan segera sadar dan mendapatkan donor hati yang cocok. Hingga suatu hari saat liyo pulang sekolah karena buru-buru kerumah sakit liyo ditabrak mobil saat menyebrang didepan rumah sakit. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir liyo meminta agar supaya hatinya di donorkan kepadaku. Marah kecewa berkecamuk didalam diriku karena selama ini aku telah menyianyiakan orang yang sanagt berharga untuk hidupku.
Seminggu kepergian liyo hari-hariku menjadi hampa dan aku selalu berharap bahwa liyo bisa kembali. Namun apapun yang aku lakukan takkan membuat liyo kembali lagi, hanya dengan menjaga hati ini aku bisa menebus semua kesalahan ku. Dan aku ingi katakana kepadanya dimanapun liyo berada kalau dia adalah ANAK KECIL YANG MENGGANGGU HARI-HARIKU, dan AKU KANGEN BANGET AMA DIA.

“ DASAR ANAK KECIL “
AKU SANGAT BENCI KAMU DARI DALAM HATIKU
(Hal yang menarik dalam mempelajari kehidupan itu adalah bagaimana seseorang dapat mengatakan ya saat hatinya mengatakan tidak.)


http://www.facebook.com/notes/agreen-bryel/dasar-anak-kecil/164086120383266

AIR YANG TENANG


            Aku sadar siapa akan diri ini, orang susah yang tak punya apa-apa selain cinta yang tulus untukmu. Apa aku harus marah atau membenci kedua orang tuaku karena telah memberikan kesusahan ini dan memaksa aku untuk menjalaninya atau haruskah aku berteriak kepada sang waktu agar aku kelak bisa dilahirkan dalam kondisi keluarga yang kaya raya. Satu hal yang pasti, ketulusanku ini aku persembahkan hanya untukmu!.
Perkenalkan namaku bayu dermawan, usiah 17 tahun, tinggi 175, dan berat badan 80 kg. aku bersekolah disalah satu sekolah negeri dikota. Aku termasuk anak berprestasi disekolah sejak dari kelas X sampai kelas XI, aku selalu mendapatkan pringkat satu. Hidupku selalu penuh dengan keceriaan walaupun semua itu berbanding dengan kenyataannya karena aku berasal dari keluarga yang serbah kekurangan. Setiap pagi aku selalu jalan kaki untuk kesekolah dan jarak yang harus aku tempuh setiap hari rata-rata 2 km. walaupun berasal dari keluarga yang miskin namun aku selalu aktif didalam organisasi dan menjabat sebagai ketua OSIS disekolah tempat aku menuntut ilmu. Aku termasuk siswa yang disegani di sekolahku karena prestasi tentunya.(hahahahahahaa bangga ama diri sendiri) aku orangnya tak pernah merasakan kalimat puas dalam menjalani atau melakukan sesuatu. Namun semua itu berubah setelah aku mengenal dia..! pribadi yang sungguh membuat aku jatuh cinta karena matanya yang begitu memancarkan keindahan dunia yang mungkin gak akan pernah aku sentuh. Semakin mengaguminya semakin membuat aku sadar akan posisi aku yang hanya seorang remaja dari keluarga miskin yang gak mungkin bisa bersama dengan dia. Gadis itu bernama Airin arianty siswi pindahan dari Jakarta, pindah kekotaku karena ikut bersama ayahnya yang dipindah tugaskan kekotaku. Ayahnya bekerja disalah satu perusahan besar dikotaku.
Hari ini ada kegiatan osis yang diselenggarakan disekolah, sebagai ketua osis aku bertanggung jawab penuh untuk kegiatan hari ini. Dari kelas X sampai XII diharuskan mengikuti semua kegiatan yang memfokuskan pada kegiatan olahraga yaitu basket. Tim dari kelas X melawan kelas XI dan pemenangnya akan melawan tim dari kelas XII, memang shi setiap kali ada kejuaraan pasti kelas XII yang selalu diikut sertakan mungkin karena mereka bentar lagi akan selesai dari kegiatan persekolahan karena bentar lagi mereka ujian nasional. Dari hasil pertandingan pertama kelas XI menang melawan kelas X dengan skor 25-19, dengan demikian dari hasil pertandingan tersebut kelas XI berhadapan dengan kelas XII. Pertandingan berlangsung sangat seru dengan kemenangan dari kelas XI dengan perolehan skor 23-25 dan pertandingan  tersebut berakhir dengan begitu meriah. Stelah pertandingan basket maish ada serangkaian acara lain yang diusungkan oleh panitia, ada lomba mengarang puisi yang begitu mendapatkan antusias dari semua siswa-siswi yang ada. Sehingga, memperoleh hampir 100 lembar karya puisi dari seluruh peserta yang ikut. Sistem penilaiannya yaitu 10 puisi terbaik akan di muat di madding sekolah, dari keseluruhan puisi tersebut ada sebuah puisi yang sangat mencuri perhatianku….
Sebening namamu….

Hebusan nafas ini menggambarkan bagaimana perjuanganmu
Hembusan nafas ini mengisyaratkan semua perjuanganmu
Lembar demi lembar deburan nafasmu, menghalangi langkah ini….
Tak kuasa semakin membelengguh,.
Semua yang aku inginkan ada dalam dirimu…
Seperti air yang mengalir dengan tenang
Sebening namau dalam hatiku…
Karya: Airin
Segurat puisi ini membuat hati ini menjadi semakin kagum dengan sosok cantik nan jelita yang membuat puisi tersebut, namun aku bingung dengan maksud yang tersirat dalam puisi tersebut.
Setelah selesai mengerjakan semua tugas aku bergegas untuk pulang kerumah, untuk melanjutkan kegiatanku sehabis sekolah. Biasanya sepulang sekolah aku langsung menujuh jembatan tempat anak jalanan berkumpul, bukan berarti karena aku orang susah terus aku menjadi pengemis atau sebagainya. Aku disana sering memperhatikan para anak jalanan menjalani hidupnya seperti tiada beban yang begitu berarti yang harus mereka lalui, dengan semangat yang membara mereka menjalani hari-hari mereka tanpa orang tua disisi mereka. Jadi, dengan demikian aku bisa lebih bersyukur karena masih memiliki orang tua yang lengkap.
Setiba dirumah aku langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh pak anton guru bahasa Indonesia untuk membuat sebuah cerpen.” Wahhh, apa judul yang pas yang bisa aku jadikan cerpenku nanti yaaa.”. bingung dengan pemilihan judul tapi hati ini masih tertuju pada penggalan puisi yang dibuat oleh airin yang masih membuat aku diam seribu bahasa!.” Apa shi maksud dari puisi tersebut dengan judul yang begitu tak terpikirkan’ sebening namamu’ apakah airin menuangkan kisah hidupnya atau dia hanya terinspirasi sama keadaan sekitar?”. Masih dengan tanda Tanya besar aku menyimpan semua iti dalam hatiku dan takkan aku bagi dengan yang lain.
Malam berganti hari, pagi ini aku bergegas kesekolah setelah semalaman mengerjakan tugas dari apak anton. “ huhhf,,, capek juga walaupun udah sering kayak gini tapi tetap saja merasakan capek karena pagi-pagi udah harus jalan kaki”. Sambil senyum-senyum aku memasuki ruang osis, seperti biasa kegiatan sebelum masuk kedalam kelas aku langsung keruangan osis untuk meletakkan beberapa atribut yang sering aku bawah. Bahkan sekedar untuk istirahat sebentar karena diruangan osis ada fasilitas yang menunjang untuk bersantai-santai (hahahahahahaaaaaa).” Bayu ayo masuk pak anton bentar lagi masuk kelas loh !”. ternyata shi arif aku kirain siapa.” Ok rif bentar lagi aku masuk nanggung nhi”. Sambil berlalu kupandangi arif menghilang dibalik tembok dan langsung menujuh kekelas, ternyata sudah lebih dari sejam aku duduk di ruang osis.” Selamat pagi semua,”. Pak anton menyapa kami dengan senyumnya yang ramah.” Selamat pagi pak”. Serempak kami membalas sapaan dari pak anton dengan senyuman yang tak kalah mematikan dari senyumnya pak anton(hahahaha), setelah duduk pak anton langsung menanyakan tugas yang dia berikan kemarin. Setelah selesai mengumpulkan tugas aku kembali duduk dikursiku, namun mata ini mencari seseorang yang selama beberapa hari ini menjadi sosok yang sangat aku rindukan. Dalam hati aku bertanya? Kenapa hari ini airin gak masuk. Masih dengan rasa penasaran aku bertanya sama sandra teman satu tempat duduk dengan airin.” Sandra kog airin gak masuk? Apa dia sakit!.”. mendapati pertanyaan ku Sandra menjadi bingung.”tumben kamu nanya bayu, biasanya low teman yang lain gak masuk kamu biasa aja? Jangan-jangan.!”. dengan senyumnya yang lebar banget Sandra berbalik bertanya karena keanehanku pagi ini.:” gak kog, gak apa-apa cuman nanya gak boleh kah?.” Sambil berlalu aku tetap serius mengikuti  mata pelajaran pak anton sampai selesai.
Didalam ruangan osis aku semakin merasa kangen dan rindu sejadi-jadinya sama airin padahal aku dan airin belum begitu kenal. Tapi, entah mengapa aku sangat mengagumi cewek cantik pemilik senyum manis itu.
Setelah beberapa hari aku beranikan diri untuk mengenal sosok airin lebih dekat lagi.” Hay,, airin lagi sibuk apa”. Biasalah sekedar basa basi padahal aku lagi melihat dia lagi baca buku.” Nhi lagi baca buku, kenapa? Kamu ada peerlu apa?’”. Sambil tersenyum airin menjawab pertanyaanku. Dengan begitu lembut suaranya seakan membuat aku terbang melayang ke angkasa.” Gak apa, cuman mau ngobrol aja sama kamu. Apalagi kamu siswi baru di sekolah ini, apa kamu tidak mendapat kesulitan dalam menyesuaikan diri?’”. Dengan sedikit basa-basi akhirnya aku mengetahui apa yang airin suka, mulai dari hobby sampai mata pelajaran apa yang paling dia minati. Seiring perjalanan waktu aku dengan airin lebih dekat dan lebih akrab. Namun, belum ada keberanian hati untuk menyatakan perasaanku padanya karena aku sadar banget kalau aku dan dia bagaikan bumi dan langit.
Ujian smester kenaikan kelas bentar lagi, dengan demikian bentar lagi aku akan duduk di kursi kelas XII sehingga tak terasa waktu dua tahun sudah berakhir dengan kenangan yang begitu indah. Hubunganku dengan airin juga masi sama seperti dullu belum ada perkembangan yang berarti karena semakin aku dekat dengan airin semakin Nampak juga perbedaan status social kita. Namun tak dapat aku sembunyikan bahwa aku benar-benar tulus mencintai dia. Namun, tak ada keberanian sedikitpun yang bisa aku kumpulkan untuk menyatakan perasaanku padanya, walaupun airin sudah mulai curiga dengan perubahan sikapku yang memang terlalu menunjukkan bahwa aku benar-benar mencintai dia. Seaakan doaku dikabulkan oleh Tuhan ternyata perasaanku tak bertepuk sebelah tangan karena dari beberapa teman dekatnya aku tahu bahwa airin juga menyimpan rasa yang sama denganku yaitu airin juga mencintaiku. Namun yang membuat aku bingung kog malahan beberapa hari ini dia selalu menghindar dari aku sampai ujian semester selesai airin tetap menjaga jarak dariku entah kenapa dan mengapa, tapi tak sedikitpun aku berusaha untuk meminta kejelasan darinya karena aku pikir airin mungkin sibuk menyiapkan diri nanti saat kelas XII dan mau mempersiapkan diri bagaimana dia akan bersikap terhadapku. Dengan harapan yang begitu besar aku beranikan diri untuk menemui airin dan bermaksud untuk menyatakan perasaan yang aku pendam selama ini, dengan penuh harap airin juga akan mencintaiku kelak dan tidak mempersoalkan perbedaan status diantara kita berdua.” Sandra airin dimana kog dari istirahat tadi aku gak liat?”. Sandra kayaknya menyembunyikan sesuatu karena berusaha untuk mengelak dari pertanyaanku.” Mmmm, airin yaaa.! Tadi kayaknya keperpustakaan dhe!.” Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju perpustakaan dan berharap airin masih disana, agar aku bisa menyatakan cintaku padanya.
Langkahku terhentik karena melihat sosok yang aku cinta duduk berduaan dengan seseorang di taman di samping perpustakaan. Ohhh tuhan apa semua ini memang jalan hidupku orang yang aku pikir dapat mencintaiku dengan setulus hati ternyata mencintai orang lain. Hilang semua rasa dalam hati kembali menjadi perih yang begitu mendalam, tak kuasa aku menahan perasaanku tanpa aku sadari air mata inipun jatuh. Bergegas aku meninggalkan tempat itu berharap tak ada yang melihatku.
Saat pulang sekolah hujan kembali turun dengan derasnya, aku masih berdiri didepan gerbang sekolah bukan menunggu jemputan namun menungu hujannya agak redah agar bisa pulang jalan kaki. Tanpa aku sadari entah sejak kapan airin berdiri disampingku menunggu jemputan. “ bayu kayaknya hujan ini semakin deras mending kamu pulang bareng aku aja ya!”. Tanpa menghiraukan ajaknnya aku masih kecewa dengan airin. Tapi semua berubah karena aku sadar ini semua bukan salah airin karena aku sampai detik inipun belum menyatakan cintaku padanya jadi airin bebas mau berhubungan sama siapapun yang dia suka termasuk andre yang tadi siang duduk ditaman bersama airin.” Terima kasih, gak usah repot-repot ngajak aku pulang karena hujannya udah agak redah”. Entah setan apa yang merasuk pikiranku sampai begitu ketusnya aku menjawab ajakan dari airin dan wajahnya langsung berubah. Karena hujan memang sudah agak reda akhirnya aku putuskan untuk berjalan kaki meninggalkan airin didepan pintu gerbang sekolah, mungkin aku memang cowok yang paling egois dan bodoh sedunia karena menolak ajakan orang yang paling aku cintai. Dalam perjalanan pulang air mataku menetes tak bisa aku tahan lagi karena kebodohanku sendiri dan hujan mulai turun dengan derasnya sehingga membasahi seluruh tubuh ini.
Tak berniat untuk berteduh
Atau menghindar dari lebatnya hujan
Agar tak seorangpun yang melihat air mata ini
Jatuh membasahi wajahku karena cintaku
Cintaku yang takkan mungkin pernah aku sentuh dan rasakan
Perih luka hati ini…
Itulah kata-kata yang terucap didalam hati, setelah kejadian itu aku kembali focus dengan sekolah dan mata pelajaran. Setelah selesai masa jabatan menjadi ketua osis. Aku mulai disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang entah dari mana datangnya. Tanpa aku sadari aku telah membuat sosok yang aku cinta menjauh dariku. Setahun berlalu tak terasa sekarang aku telah kuliah disalah satu universitas ternama dikotaku karena beasiswa prestasi yang aku dapatkan. Dalam keseharianku aku sangat menikmati saat-saat menjadi seorang mahasiswa. Hingga suatu saat aku mendapatkan sebuah puisi yang begitu indah yang menggoreskan sebuah nama yan tak asing bagiku.
Air yang tenang

Hujan bagaikan menghapus jejakmu..
Menghapus rasa cintamu padaku
Membuat hati ini ingin selalu bersamamu, namun..
Semakin derasnya hujan semakin membuat semua tampak jelas
Biarkan aku menjadi AIR YANG TENANG
Agar aku bisa membawa cintamu kembali padaku
Terlukis wajahmu dalam gemerincing air hujan dan…
Terbenam cintamu didalam beningnya namamu…,
                                                                                   
Karya : Airin
Entah mengapa hati ini merasakan gejolak yang sama seperti dahulu aku cinta dia, karena jujur sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikannya. Aku berharap bisa bertemu lagi dengannya walau hanya lewat bayangan tentang dirinya, karena sampai kapanpun aku takkan mungkin bertemu dengan orang yang sema seperti airin yang bagaikan air yang tenang membawa cintaku bersama kepergiannya menghadap sang pencipta..
Airin difonis menderita leukemia oleh dokter dijakarta sehingga ayahnya membawa airin pindah kekota dimana airin dilahirkan, yaitu kota tempat aku tinggal karena sesuai permintaannya agar airin dimakamkan di samping makam adiknya yang telah berpulang lebih dullu dari airin dengan penyakit yang sama. Dan setelah airin meninggal baru aku ketahui maksud dari puisinya yang berjudul sebening namamu, dan baru aku tahu juga bahwa akulah cinta pertama airin dan yang terakhir. Seperti arti yang tersirat dari puisinya SEBENING NAMAMU menggambarkan ketulusan cintanya padaku dan tak mau membuat aku ikut kecewa dan kehilangan jika nanti airin pergi menghadap sang pencipta.
Beristirahatlah dengan tenang wahay cintaku
Tersenyumlah, karena cintamu akan abadi selamanya
Bukan dalam simphoni cinta.
namun,…..
Dalam AIR YANG TENANG.
Yang tercinta AIRIN ARIANTY
Dari yang takkan pernah melupakanmu BAYU DERMAWAN……

Thanks ceritanya.... menarik banget... good job..
http://www.facebook.com/notes/agreen-bryel/air-yang-tenang/164428150349063