Ada
yang pernah mengatakan bahwa proses hidup, akan berakhir saat kita mencapai
usia lanjut atau tua. Dimana seseorang telah melihat apa dan bagaimana
perjuangan hidup itu. Berawal dari perjalanan kecil, melangkah, berjalan,
sampai berlari bahkan pernah jatuh namun bisa bangkit dan berjalan lagi dengan
tegap, itulah peroses hidup. Hal yang menarik dalam mempelajari kehidupan itu
adalah bagaimana seseorang dapat mengatakan ya saat hatinya mengatakan tidak.
Melihat
indahnya mentari pagi menyadarkan aku betapa besar kasih BAPA disurga, aku
berjalan dengan penuh harap bahwa hari ini aku bisa mendapatkan apa yang aku
mau. Aku sulung dari dua bersaudara, namaku bryel dan adikku bernama liyo aku
sangat tidak cocok dengan adikku, padahal umumnya kalau bersaudara selalu akur,
namun berbanding terbalik dengan aku dan liyo. Aku sangat kesel dengan
prilakunya yang sangat manja sama kedua orang tuaku, aku selalu dituntut harus
mengalah karena liyo masih kecil, padahal itu hanya alasan saja. Dasar anak
kecil selalu merepotkan saja.
Pagi
ini aku bergegas berangkat kesekolah, sebagai seorang siswa yang masih duduk di
bangku sekolah menengah atas, aku beresekolah disalah satu sekolah negeri
dikota tempat aku tinggal. Sial….! Sungguh sial aku hari ini, hanya karena
nunggu liyo yang mandinya lama banget kayak putri raja sampai aku kena
getahnya. Padahal sudah secepat mungkin aku memacuh motor kesayanganku. Namun,
tetap saja masih terlambat.”bryel,!!!! suara yang begitu nyaring dan tidak
asing lagi dikupingku memanggil diujung lorong”. Ternyata suara tersebut adalah
bapak ikmal, seperti biasa kalau terlambat dengan senyumnya yang sengat
mengerikan dengan puasnya, aku dikerjain sama guru yang sangat menyebalkan ini,
dari bersihkan toilet sampai ruang guru. Akhirnya kerjaanku selesai juga namun
mata pelajaran pertama dan kedua sudah selesai. Apesnya lagi saat masuk kekelas
saat pergantian mata pelajaran ketiga tugas yang disuruh kerjakan oleh ibu nur,
ketinggalan karena tadi pas berangkat aku buru-buru. Aaaaahahhhhhhh hari yang
berat akhirnya berakhir bersamaan dengan bunyi bell pulang berbunyi.
Hal
yang paling aku sukai saat pulang sekolah yaitu makan esman. Hahahaaaa
esman(karena nama tukang esnya pak man) lucu ya… tapi dijamin esnya sangat
enaaak…! Namun kesenangan ku akan segera berubah saat tiba dirumah, yaa biasa,
saat dirumah akan ketemu lagi sama sih liyo yang sangat memnyebalkan apalagi
hari ini mama sama papa lagi keluar kota karena nenek sakit, jadi mama sama
papa diminta untuk mengunjungi nenek. Coba saja anak manja ini di bawah juga
aku bisa bebas walaupun hanya seharian.”kakak bryel, baru nyampe yaaa…” suara
yang paling gak suka aku dengar.”iya kenapa, gak bisa liat ya” dengan ketus aku
menjawab pertanyaan anak tengil satu itu. Uhh pegel banget pengen rasanya
langsung rebahan agar rasa capek ini bisa segera hilang. Mmmm rasanya nyaman
banget.
Pukul
09:00 malam aku terkejut bangun dari mimpi indahku saat seseorang dengan
kasarnya menarik selimut yang melindungi tubuh indahku..”liyo…… ada apa shi
ganggu malem-malem gini, apa gak liat aku lagi tidur, hah!” dengan kasar aku
memarahi boca tengil satu ini,.”kakak liyo laper..”dengan wajahnya yang sangat
imut memohan untuk dibuatkan makanan.”laper,.! makan donk masa harus bangunin
aku, kan jam segini bibi masih bangun.” Seperti biasa aku selalu merasa marah
kalau berhadapan dengan anak kecil satu ini walaupun sebenarnya liyo sudah
kelas 2 SMP, tapi tingkah lakunya masih sama kayak anak SD, nyebelin
pokoknya.”gak mau, maunya kakak bryel yang buatin”. Seperti biasa jurus maksa
yang selalu liyo gunakan, pasti selalu berhasil walaupun aku sangat gak suka
sama anak kecil ini namun, yah gitu lah. Akhirnya, aku buatin dadar telur ama
nasi goreng yang telah menjadi kesukaannya. Nhi anak kecil makananmu udah
selesai. Sanah pergi makan terus jangan ganggu aku lagi, aku capek mau tidur.
Awas kalau kamu ganggu. (sambil mengepalkan tangan). Kriiingg, kriiinggg, kriinngggg(bunyi
jam alaram)… ahhhhhhhh,. Sial lagi, aku kesiangan lagi ini semua karena anak
kecil yang menjengkelkan kapan shi aku biasa lepas dari anak kecil ini. Ya
TUHAN ijinkan aku merasakan kebahagiaan walaupun hanya sesaat, aku ingin anak
kecil itu menjauh dari hidupku. Ahhhhhahhhhhhh
Kembali
lagi membersihkan toilet dan ruang guru, kayaknya ini sudah menjadi sebuah
kebiasaan baru dan menjadi rutinitas saat memulai hari-hariku disekolah karena
sering terlambat, kalau bukan karena ngantri mandi, pasti seragam sekolah gua
diumpetin sama anak kecil yang sangat menyebalkan itu. Gak disekolah maupun
dirumah selalu sial terus,. Oh TUHAN apa ini menjadi jalan hidupku. Sebel
banget. Pengen rasanya pergi menjauh dari kehidupan ini dan menyendiri untuk
merasakan ketenangan dihati tapi itu mustahil. Dalam perjalanan pulang aku
sangat kesal karena masih teringat dengan kejadian hari ini, dimana aku selalu
sial mulai dari bangun terlambat sampai mendapat hukuman disekolah
hhuuuuhuhuhhhuu. Ingin rasanya untuk memarahi anak kecil itu sesampai dirumah
namun niat itu segera berubah saat tibah dirumah karena melihat anak kecil yang
biasanya nyebelin tapi tiba-tiba berubah, prilakunya yang sangat nyebelin kog
menjadi pendiam, aku jadi bingung dengan perubahan prilaku yang terjadi pada
liyo tapi belum hilang rasa heranku dalam hati aku sangat bersyukur karena anak
kecil itu bisa diam walaupun entah sampai kapan, tapi pokoknya aku senang
banget. Dengan wajah penuh kemenangan aku melangkah masuk kedalam rumah.
Hari-hariku
berubah total, dari yang hiasanya terlambat malahan selalu dating dengan tepat
waktu karena biasanya harus ngantri untuk mandi tapi entah sengaja atau tidak
liyo mengalah agar aku mandi duluan. “Hahahaaa pokonya senang banget aku hari
ini”, aku tidak menyadari kalau semua itu terlalu cepat apa pengaruh
doaku atau emang sudah saatnya liyo menjadi dewasa bukan lagi anak kecil, tapi
masa bodoh yang penting hidupku kembali normal lagi.
Setiba
dirumah aku langsung bergegas mandi dan nonton tv biasanya harus rebutan ama
anak kecil, tapi malahan dengan wajah tersenyum liyo memberikan remot tv ke aku
agar aku bisa nonton acara kesukaanku,”wahh, tumben nhi kayaknya ada maunya nhi
anak kecil satu ini. Kenapa ngomong aja gak usah sok baik deh sama aku”, masih
dengan wajah penasaran aku mendapatkan jawaban yang tak kalah bagaikan petir
disiang bolong.”gak kog cuman mau nonton bareng kakak bryel aja, gak apakan kalau
liyo mau nonton ama kakak.!”.masih dengan ekspresi yang sangat mengagetkan gak
percaya aku mendengar jawaban dari anak kecil itu. Aku berpikir kenapa anak
kecil ini jangan-jangan dia kenapa-napa lagi, walaupun aku gak pernah akur ama
liyo tapi aku sebenarnya sayang ama dia karena dia adalah adikku satu-satunya.
“ayo ngomong kenapa kamu anak kecil, gak usah sok imut gitu amit-amit tahu”.
Dengan pedenya liyo menjawab pertanyaanku.”iya amit-amit, kan adeknya
amit-amit, hahahahahaaaa”. Ditanya malahan becanda gak jelas. Lagi asik nonton
acara kesukaanku tiba-tiba kepalaku sakit, dengan segera aku naik kekamarku
untuk mencari obat sakit kepala yang biasa aku minum, aneh banget biasanya
kepalaku sakit kalau terlalu keras mikir saat belajar, kata mama itu karena aku
kecapean aja tapi kayaknya biasa aja. Mungkin karena pengaruh obat sakit
kepalanya aku tertidur dengan pulas.
Untung
hari ini, hari minggu jadi biarpun bangun kesiangan gak apa!. Ahahahahahaa
pokoknya senang banget dehh bisa bermalas-malas ria diatas tempat tidurku yang
nyaman banget. “kakak bryel turun sarapan bareng yuk”. Kog tumben anak kecil
mau panggil aku untuk turun arapan biasanya juga bibi yang manggil untuk
sarapan, kayaknya anak kecil ini lagi kesambet malaikat baik hati.”iya, bentar
lagi aku turun”. Dengan buru-buru aku turunin anak tangga dari lantai dua
menuju tempat makan, tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh
semua yang berada di ruang makan kaget dan langsung menujuh ruang tengah.
Dengan histeri mama memanggil namaku,”bryel…bryel..bryel,kenapa kamu sayang”.
Gak kalah panic papapun langsung nelfon dokter haris yang merupakan dokter
keluarga.”dokter aku kenapa aku gak apa-apa kan?.dengan gak sabar aku bertanya
ke dokter haris.”gak kenapa-napa kog nak bryel, baik-baik aja mungkin hanya
kecapean aja!.” Dengan senyum ramahnya dokter haris menjawab pertanyaanku. Aku
legah mendengar jawaban dari dokter haris.
Gak
terasa udah lebih dari sebulan aku ama liyo akrab, gak seperti biasanya selalu
berantem dari hal sepele ampe hal yang gak jelas. Dalam perjalanan pulang
tiba-tiba kepalaku sakit sehingga motor yang aku bawah menjadi hilang kendali
dan tiba-tiba dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi sebuah minibus
datang dan dengan hitungan detik kejadian tersebut gak bisa terhindari,. Saat
sadar yang sku lihat hanya ruangan yang serbah berwarna putih dan beberapa
orang yang berpakain serbah putih dalam pikirku inikah surga. Ternyata aku
salah besar karena aku sekarang lagi didalam ruang oprasi dan mereka yang
berpakain putih itu adalah dokter yang telah menangani aku. Gak habis piker apa
yang sebenarnya terjadi sama diriku yang aku ingat hanya dimana ada mobil dan
semuanya hilang.
Mataku
terasa berat banget, gak tahu kenapa tapi dengan perlahan aku tetap memaksa
mata ini untuk terbuka dan terjaga. Aku melihat kesekeliling namun gak
menemukan siapapun sampai aku merasakan ada seseorang yang tertidur diatas
telapak tanganku, dan ternyata yan menemanin aku dan yang telah tertidur pula
situ adalah liyo, anak kecil yang sangat aku benci. Karena, tanganku bergerak
liyopun terbangun.”kakak bryel udah bangun, akhirnya kakak bangun juga setelah
dua minggu koma”. Apa dua minggu koma, kog bisa jadi selama dua minggu ini liyo
menemanin saya.”makasih ya anak kecil”. Dengan tersenyum liyo membalas tatapan
saya.
Sebulan
kemudian
Walaupun
sudah dinyatakan sehat oleh dokter aku merasa sesuatu yang lain selalu
mengganggu dihatiku setiap kali aku merasakan hal yang indah, entah
mengapa hati ini selalu sakit dan semakin hari semakin terasa sakitnya hingga
akhirnya aku harus masuk rumah sakit lagi. Serangkaian tes kesehatan aku jalani
dan akhirnya dokter mengatakan ada serpihan kaca yang tertanam di dalam hatiku
sehingga saat pemeriksaan awal gak terdeteksi namun setelah beberapa kali
melakukan pemeriksaan baruhlah nampak ada serpihan kaca yang tertanam didalam
hatiku sehingga mengakibatkan infeksi, yang sering membuat hatiku sakit. Bagai
petir disiang hari aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang aku harus
menjalani transplantasi hati secepatnya atau aku harus kehilangan semuanya
dalam hitungan bulan, bahkan hari. Dengan wajah yang bagai kehilangan semangat
hidup aku menjalani hidup ini dan semakin pasrah untuk menjalaninya, aku selalu
bertanya dimana TUHAN saat aku membutuhkannya, aku semakin kecewa menjalani
hidup ini semakin benci dengan semuanya. Hubungan aku dengan liyo yang awalnya
sudah mulai membaik akhirnya berantakan karena aku selalu marah yang tak jelas
dengan liyo, apa lagi sama mama dan papa. Pokoknya aku benci banget sama mereka
semua karena tidak peduli lagi dengankeadaanku. Aku semakin terpuruk dengan
keadaan ini sehingga beberapa kali aku mencoba untuk mengakhiri hidup ini.
Dalam mencari kepastian hidupku, aku selalu berharap bahwa hidupku akan
berakhir dengan goresan pena manis, bayangan simphoni yang selalu bergerak di
bawah telapak kakiku, dan lantunan angin yang sejuk selalu menyegarkan duniaku.
Namun semua sirnah disaat aku harus masuk rumah sakit dan menunggu seseorang
yang mw mendonorkan hatinya buat aku, namun bagaikan punuk yang merindukan
bulan tak ada hasilnya sama sekali, setiap kali mendapatkan donor hati, hatinya
selalu tidak cocok. Dengan putus asa aku menerima nasibku yang semakin malang
sampai suatu saat aku kembali koma, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan baru
aku kembali sadar dari koma, namun semuanya terasa berbeda ada yang berbeda
dengan hati ini rasa perih yang aku sering derita tiba-tiba menghilang bagai
tak berbekas.” Aku bersyukur karena aku telah mendapatkan donor yang tepat
sehingga hati ini tidak sakit lagi, terima kasih TUHAN”. Dari saat aku bangun
tadi mama sama papa kog gak kelihatan apa sampai begitu kah aku gak diharapkan
lagi, pasti mereka sekarang bersama liyo lagi senang-senang! Pokoknya aku
benci,…benci,……!!!!
Letih
tubuh ini mungkin karena terlalu lama tertidur, saat aku bangun dari tempat
tidur aku mendapatkan tumpukan kertas yang tergletak di samping tempat tidurku,
dengan sepenuh tenaga aku mengambil beberapa kertas tersebut dan betapa
kagetnya aku melihat gambar diriku yang lagi senyum tergambar dengan indahnya
diatas selembar kertas putih tersebut, dan ada beberapa catatan. Yang paling
membuat aku kaget dan tak menyangka yang membuat semua itu adalah liyo saat
menemani aku waktu aku koma.
Senyum
indahmu, bagaikan pelangi kasih yang TUHAN hadirkan didalam hidupku. Aku sangat
bersyukur karena dilahirkan sebagai adikmu dan aku mendapatkan kakak sebaik
dirimu, rasa bangga ini tak dapat aku ungkapkan. Dengan bermanja-manja aku
berharap bisa mendapatkan perhatianmu lagi kakakku.
Kakak
sekarang sudah seminggu aku menemani kakak, cepat bangun kak supaya kita bisa
bersama lagi agar supaya mama sama papa bisa tersenyum lagi, dan kita bisa
menjadi keluarga yang bahagia..
Tak
terasa sudah sebulan kakak masih tertidur, ya TUHAN sembuhkan kakakku
kembalikan kak kepada kami aku siap menggantikan posisinya walau harus nyawa
yang haru aku berikan karena aku sangat sayang kakakku.
Itu
catatan terakhir yang aku baca.” Dasar anak kecil, walaupun menyebalkan tapi
bisa membuat aku kangen ama kamu,”. Dengan tergesa-gesa aku turun dari tempat
tidur untuk mencari liyo karena aku sadar ternyata yang aku butuhkan adalah
liyo karena aku sangat sayang ama dia. Dilorong rumah sakit yang aku temukan
bukan liyo tapi mama sama papa.” Mama, papa liyo mana kog gak bareng ama kalian”.
Mama masih terdiam gak menjawab.” Mama liyo mana?,… papa liyo mana, kog dia gak
ada disini. Dasar anak kecil pasti dia mau kasih kejutan ya ama aku ma?”. Jadi
gak sabar untuk bertemu ama adikku yang paling nyebelin itu,. Saat pulang dari
rumah sakit bukan menuju rumah tapi papa ketempat yang sama sekali gak
terpikirkan olehku.” Papa apa gak salah nhi, aku pengen pulang mau ketemu liyo
kog ketempat gini”. Bingung dan semakin bunging tiba-tiba tangis mama pun
pecah,.” Liyo,. Udah gak ada,,”.” Apaan sih kog mama ngomong gitu gak baik tahu
ma”. Masih bingung dengan semua ini langkahku berhenti digundukan tanah dengan
sebuah batu Nissan yang bertuliskan
Beristirahat
dengan tenang disisi BAPA disorga
Nama
: MILANO ARLIYO RAJAPUTRA
Lahir
: 04-april-1998
Wafat
: 26-mei-2012
Air
mata inipun tak dapat dibendung lagi setelah melihat ini semua dan mama
berusaha menjelaskan bahwa, selama aku koma liyolah yang selalu menemanin aku
dirumah sakit sehabis pulang sekolah liyo langsung kerumah sakit, sampai
bermalam di rumah sakit dan gak mau meninggalkan aku, walaupun mama dan papa
sudah menyerah sama dokter karena gak mendapatkan donor hati yang cocok. Namun,
ternyata liyo selalu melarang dokter untuk mencabut semua alat bantu yang
dipasang dan ngotot bahwa aku akan segera sadar dan mendapatkan donor hati yang
cocok. Hingga suatu hari saat liyo pulang sekolah karena buru-buru kerumah
sakit liyo ditabrak mobil saat menyebrang didepan rumah sakit. Sebelum
menghembuskan nafasnya yang terakhir liyo meminta agar supaya hatinya di donorkan
kepadaku. Marah kecewa berkecamuk didalam diriku karena selama ini aku telah
menyianyiakan orang yang sanagt berharga untuk hidupku.
Seminggu
kepergian liyo hari-hariku menjadi hampa dan aku selalu berharap bahwa liyo
bisa kembali. Namun apapun yang aku lakukan takkan membuat liyo kembali lagi,
hanya dengan menjaga hati ini aku bisa menebus semua kesalahan ku. Dan aku ingi
katakana kepadanya dimanapun liyo berada kalau dia adalah ANAK KECIL YANG
MENGGANGGU HARI-HARIKU, dan AKU KANGEN BANGET AMA DIA.
“ DASAR
ANAK KECIL “
AKU
SANGAT BENCI KAMU DARI DALAM HATIKU
(Hal
yang menarik dalam mempelajari kehidupan itu adalah bagaimana seseorang dapat
mengatakan ya saat hatinya mengatakan tidak.)
http://www.facebook.com/notes/agreen-bryel/dasar-anak-kecil/164086120383266
Tidak ada komentar:
Posting Komentar