Kamis, 03 Januari 2013

DASAR ANAK KECIL


Ada yang pernah mengatakan bahwa proses hidup, akan berakhir saat kita mencapai usia lanjut atau tua. Dimana seseorang telah melihat apa dan bagaimana perjuangan hidup itu. Berawal dari perjalanan kecil, melangkah, berjalan, sampai berlari bahkan pernah jatuh namun bisa bangkit dan berjalan lagi dengan tegap, itulah peroses hidup. Hal yang menarik dalam mempelajari kehidupan itu adalah bagaimana seseorang dapat mengatakan ya saat hatinya mengatakan tidak.
Melihat indahnya mentari pagi menyadarkan aku betapa besar kasih BAPA disurga, aku berjalan dengan penuh harap bahwa hari ini aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Aku sulung dari dua bersaudara, namaku bryel dan adikku bernama liyo aku sangat tidak cocok dengan adikku, padahal umumnya kalau bersaudara selalu akur, namun berbanding terbalik dengan aku dan liyo. Aku sangat kesel dengan prilakunya yang sangat manja sama kedua orang tuaku, aku selalu dituntut harus mengalah karena liyo masih kecil, padahal itu hanya alasan saja. Dasar anak kecil selalu merepotkan saja.
Pagi ini aku bergegas berangkat kesekolah, sebagai seorang siswa yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, aku beresekolah disalah satu sekolah negeri dikota tempat aku tinggal. Sial….! Sungguh sial aku hari ini, hanya karena nunggu liyo yang mandinya lama banget kayak putri raja sampai aku kena getahnya. Padahal sudah secepat mungkin aku memacuh motor kesayanganku. Namun, tetap saja masih terlambat.”bryel,!!!! suara yang begitu nyaring dan tidak asing lagi dikupingku memanggil diujung lorong”. Ternyata suara tersebut adalah bapak ikmal, seperti biasa kalau terlambat dengan senyumnya yang sengat mengerikan dengan puasnya, aku dikerjain sama guru yang sangat menyebalkan ini, dari bersihkan toilet sampai ruang guru. Akhirnya kerjaanku selesai juga namun mata pelajaran pertama dan kedua sudah selesai. Apesnya lagi saat masuk kekelas saat pergantian mata pelajaran ketiga tugas yang disuruh kerjakan oleh ibu nur, ketinggalan karena tadi pas berangkat aku buru-buru. Aaaaahahhhhhhh hari yang berat akhirnya berakhir bersamaan dengan bunyi bell pulang berbunyi.
Hal yang paling aku sukai saat pulang sekolah yaitu makan esman. Hahahaaaa esman(karena nama tukang esnya pak man) lucu ya… tapi dijamin esnya sangat enaaak…! Namun kesenangan ku akan segera berubah saat tiba dirumah, yaa biasa, saat dirumah akan ketemu lagi sama sih liyo yang sangat memnyebalkan apalagi hari ini mama sama papa lagi keluar kota karena nenek sakit, jadi mama sama papa diminta untuk mengunjungi nenek. Coba saja anak manja ini di bawah juga aku bisa bebas walaupun hanya seharian.”kakak bryel, baru nyampe yaaa…” suara yang paling gak suka aku dengar.”iya kenapa, gak bisa liat ya” dengan ketus aku menjawab pertanyaan anak tengil satu itu. Uhh pegel banget pengen rasanya langsung rebahan agar rasa capek ini bisa segera hilang. Mmmm rasanya nyaman banget.
Pukul 09:00 malam aku terkejut bangun dari mimpi indahku saat seseorang dengan kasarnya menarik selimut yang melindungi tubuh indahku..”liyo…… ada apa shi ganggu malem-malem gini, apa gak liat aku lagi tidur, hah!” dengan kasar aku memarahi boca tengil satu ini,.”kakak liyo laper..”dengan wajahnya yang sangat imut memohan untuk dibuatkan makanan.”laper,.! makan donk masa harus bangunin aku, kan jam segini bibi masih bangun.” Seperti biasa aku selalu merasa marah kalau berhadapan dengan anak kecil satu ini walaupun sebenarnya liyo sudah kelas 2 SMP, tapi tingkah lakunya masih sama kayak anak SD, nyebelin pokoknya.”gak mau, maunya kakak bryel yang buatin”. Seperti biasa jurus maksa yang selalu liyo gunakan, pasti selalu berhasil walaupun aku sangat gak suka sama anak kecil ini namun, yah gitu lah. Akhirnya, aku buatin dadar telur ama nasi goreng yang telah menjadi kesukaannya. Nhi anak kecil makananmu udah selesai. Sanah pergi makan terus jangan ganggu aku lagi, aku capek mau tidur. Awas kalau kamu ganggu. (sambil mengepalkan tangan). Kriiingg, kriiinggg, kriinngggg(bunyi jam alaram)… ahhhhhhhh,. Sial lagi, aku kesiangan lagi ini semua karena anak kecil yang menjengkelkan kapan shi aku biasa lepas dari anak kecil ini. Ya TUHAN ijinkan aku merasakan kebahagiaan walaupun hanya sesaat, aku ingin anak kecil itu menjauh dari hidupku. Ahhhhhahhhhhhh
Kembali lagi membersihkan toilet dan ruang guru, kayaknya ini sudah menjadi sebuah kebiasaan baru dan menjadi rutinitas saat memulai hari-hariku disekolah karena sering terlambat, kalau bukan karena ngantri mandi, pasti seragam sekolah gua diumpetin sama anak kecil yang sangat menyebalkan itu. Gak disekolah maupun dirumah selalu sial terus,. Oh TUHAN apa ini menjadi jalan hidupku. Sebel banget. Pengen rasanya pergi menjauh dari kehidupan ini dan menyendiri untuk merasakan ketenangan dihati tapi itu mustahil. Dalam perjalanan pulang aku sangat kesal karena masih teringat dengan kejadian hari ini, dimana aku selalu sial mulai dari bangun terlambat sampai mendapat hukuman disekolah hhuuuuhuhuhhhuu. Ingin rasanya untuk memarahi anak kecil itu sesampai dirumah namun niat itu segera berubah saat tibah dirumah karena melihat anak kecil yang biasanya nyebelin tapi tiba-tiba berubah, prilakunya yang sangat nyebelin kog menjadi pendiam, aku jadi bingung dengan perubahan prilaku yang terjadi pada liyo tapi belum hilang rasa heranku dalam hati aku sangat bersyukur karena anak kecil itu bisa diam walaupun entah sampai kapan, tapi pokoknya aku senang banget. Dengan wajah penuh kemenangan aku melangkah masuk kedalam rumah.
Hari-hariku berubah total, dari yang hiasanya terlambat malahan selalu dating dengan tepat waktu karena biasanya harus ngantri untuk mandi tapi entah sengaja atau tidak liyo mengalah agar aku mandi duluan. “Hahahaaa pokonya senang banget aku hari  ini”, aku tidak menyadari kalau semua itu terlalu cepat apa pengaruh doaku atau emang sudah saatnya liyo menjadi dewasa bukan lagi anak kecil, tapi masa bodoh yang penting hidupku kembali normal lagi.
Setiba dirumah aku langsung bergegas mandi dan nonton tv biasanya harus rebutan ama anak kecil, tapi malahan dengan wajah tersenyum liyo memberikan remot tv ke aku agar aku bisa nonton acara kesukaanku,”wahh, tumben nhi kayaknya ada maunya nhi anak kecil satu ini. Kenapa ngomong aja gak usah sok baik deh sama aku”, masih dengan wajah penasaran aku mendapatkan jawaban yang tak kalah bagaikan petir disiang bolong.”gak kog cuman mau nonton bareng kakak bryel aja, gak apakan kalau liyo mau nonton ama kakak.!”.masih dengan ekspresi yang sangat mengagetkan gak percaya aku mendengar jawaban dari anak kecil itu. Aku berpikir kenapa anak kecil ini jangan-jangan dia kenapa-napa lagi, walaupun aku gak pernah akur ama liyo tapi aku sebenarnya sayang ama dia karena dia adalah adikku satu-satunya. “ayo ngomong kenapa kamu anak kecil, gak usah sok imut gitu amit-amit tahu”. Dengan pedenya liyo menjawab pertanyaanku.”iya amit-amit, kan adeknya amit-amit, hahahahahaaaa”. Ditanya malahan becanda gak jelas. Lagi asik nonton acara kesukaanku tiba-tiba kepalaku sakit, dengan segera aku naik kekamarku untuk mencari obat sakit kepala yang biasa aku minum, aneh banget biasanya kepalaku sakit kalau terlalu keras mikir saat belajar, kata mama itu karena aku kecapean aja tapi kayaknya biasa aja. Mungkin karena pengaruh obat sakit kepalanya aku tertidur dengan pulas.
Untung hari ini, hari minggu jadi biarpun bangun kesiangan gak apa!. Ahahahahahaa pokoknya senang banget dehh bisa bermalas-malas ria diatas tempat tidurku yang nyaman banget. “kakak bryel turun sarapan bareng yuk”. Kog tumben anak kecil mau panggil aku untuk turun arapan biasanya juga bibi yang manggil untuk sarapan, kayaknya anak kecil ini lagi kesambet malaikat baik hati.”iya, bentar lagi aku turun”. Dengan buru-buru aku turunin anak tangga dari lantai dua menuju tempat makan, tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh semua yang berada di ruang makan kaget dan langsung menujuh ruang tengah. Dengan histeri mama memanggil namaku,”bryel…bryel..bryel,kenapa kamu sayang”. Gak kalah panic papapun langsung nelfon dokter haris yang merupakan dokter keluarga.”dokter aku kenapa aku gak apa-apa kan?.dengan gak sabar aku bertanya ke dokter haris.”gak kenapa-napa kog nak bryel, baik-baik aja mungkin hanya kecapean aja!.” Dengan senyum ramahnya dokter haris menjawab pertanyaanku. Aku legah mendengar jawaban dari dokter haris.
Gak terasa udah lebih dari sebulan aku ama liyo akrab, gak seperti biasanya selalu berantem dari hal sepele ampe hal yang gak jelas. Dalam perjalanan pulang tiba-tiba kepalaku sakit sehingga motor yang aku bawah menjadi hilang kendali dan tiba-tiba dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi sebuah minibus datang dan dengan hitungan detik kejadian tersebut gak bisa terhindari,. Saat sadar yang sku lihat hanya ruangan yang serbah berwarna putih dan beberapa orang yang berpakain serbah putih dalam pikirku inikah surga. Ternyata aku salah besar karena aku sekarang lagi didalam ruang oprasi dan mereka yang berpakain putih itu adalah dokter yang telah menangani aku. Gak habis piker apa yang sebenarnya terjadi sama diriku yang aku ingat hanya dimana ada mobil dan semuanya hilang.
Mataku terasa berat banget, gak tahu kenapa tapi dengan perlahan aku tetap memaksa mata ini untuk terbuka dan terjaga. Aku melihat kesekeliling namun gak menemukan siapapun sampai aku merasakan ada seseorang yang tertidur diatas telapak tanganku, dan ternyata yan menemanin aku dan yang telah tertidur pula situ adalah liyo, anak kecil yang sangat aku benci. Karena, tanganku bergerak liyopun terbangun.”kakak bryel udah bangun, akhirnya kakak bangun juga setelah dua minggu koma”. Apa dua minggu koma, kog bisa jadi selama dua minggu ini liyo menemanin saya.”makasih ya anak kecil”. Dengan tersenyum liyo membalas tatapan saya.
Sebulan kemudian
Walaupun sudah dinyatakan sehat oleh dokter aku merasa sesuatu yang lain selalu mengganggu dihatiku setiap kali aku merasakan hal yang indah,  entah mengapa hati ini selalu sakit dan semakin hari semakin terasa sakitnya hingga akhirnya aku harus masuk rumah sakit lagi. Serangkaian tes kesehatan aku jalani dan akhirnya dokter mengatakan ada serpihan kaca yang tertanam di dalam hatiku sehingga saat pemeriksaan awal gak terdeteksi namun setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan baruhlah nampak ada serpihan kaca yang tertanam didalam hatiku sehingga mengakibatkan infeksi, yang sering membuat hatiku sakit. Bagai petir disiang hari aku harus menerima kenyataan bahwa sekarang aku harus menjalani transplantasi hati secepatnya atau aku harus kehilangan semuanya dalam hitungan bulan, bahkan hari. Dengan wajah yang bagai kehilangan semangat hidup aku menjalani hidup ini dan semakin pasrah untuk menjalaninya, aku selalu bertanya dimana TUHAN saat aku membutuhkannya, aku semakin kecewa menjalani hidup ini semakin benci dengan semuanya. Hubungan aku dengan liyo yang awalnya sudah mulai membaik akhirnya berantakan karena aku selalu marah yang tak jelas dengan liyo, apa lagi sama mama dan papa. Pokoknya aku benci banget sama mereka semua karena tidak peduli lagi dengankeadaanku. Aku semakin terpuruk dengan keadaan ini sehingga beberapa kali aku mencoba untuk mengakhiri hidup ini. Dalam mencari kepastian hidupku, aku selalu berharap bahwa hidupku akan berakhir dengan goresan pena manis, bayangan simphoni yang selalu bergerak di bawah telapak kakiku, dan lantunan angin yang sejuk selalu menyegarkan duniaku. Namun semua sirnah disaat aku harus masuk rumah sakit dan menunggu seseorang yang mw mendonorkan hatinya buat aku, namun bagaikan punuk yang merindukan bulan tak ada hasilnya sama sekali, setiap kali mendapatkan donor hati, hatinya selalu tidak cocok. Dengan putus asa aku menerima nasibku yang semakin malang sampai suatu saat aku kembali koma, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan baru aku kembali sadar dari koma, namun semuanya terasa berbeda ada yang berbeda dengan hati ini rasa perih yang aku sering derita tiba-tiba menghilang bagai tak berbekas.” Aku bersyukur karena aku telah mendapatkan donor yang tepat sehingga hati ini tidak sakit lagi, terima kasih TUHAN”. Dari saat aku bangun tadi mama sama papa kog gak kelihatan apa sampai begitu kah aku gak diharapkan lagi, pasti mereka sekarang bersama liyo lagi senang-senang! Pokoknya aku benci,…benci,……!!!!
Letih tubuh ini mungkin karena terlalu lama tertidur, saat aku bangun dari tempat tidur aku mendapatkan tumpukan kertas yang tergletak di samping tempat tidurku, dengan sepenuh tenaga aku mengambil beberapa kertas tersebut dan betapa kagetnya aku melihat gambar diriku yang lagi senyum tergambar dengan indahnya diatas selembar kertas putih tersebut, dan ada beberapa catatan. Yang paling membuat aku kaget dan tak menyangka yang membuat semua itu adalah liyo saat menemani aku waktu aku koma.
Senyum indahmu, bagaikan pelangi kasih yang TUHAN hadirkan didalam hidupku. Aku sangat bersyukur karena dilahirkan sebagai adikmu dan aku mendapatkan kakak sebaik dirimu, rasa bangga ini tak dapat aku ungkapkan. Dengan bermanja-manja aku berharap bisa mendapatkan perhatianmu lagi kakakku.
Kakak sekarang sudah seminggu aku menemani kakak, cepat bangun kak supaya kita bisa bersama lagi agar supaya mama sama papa bisa tersenyum lagi, dan kita bisa menjadi keluarga yang bahagia..
Tak terasa sudah sebulan kakak masih tertidur, ya TUHAN sembuhkan kakakku kembalikan kak kepada kami aku siap menggantikan posisinya walau harus nyawa yang haru aku berikan karena aku sangat sayang kakakku.
Itu catatan terakhir yang aku baca.” Dasar anak kecil, walaupun menyebalkan tapi bisa membuat aku kangen ama kamu,”. Dengan tergesa-gesa aku turun dari tempat tidur untuk mencari liyo karena aku sadar ternyata yang aku butuhkan adalah liyo karena aku sangat sayang ama dia. Dilorong rumah sakit yang aku temukan bukan liyo tapi mama sama papa.” Mama, papa liyo mana kog gak bareng ama kalian”. Mama masih terdiam gak menjawab.” Mama liyo mana?,… papa liyo mana, kog dia gak ada disini. Dasar anak kecil pasti dia mau kasih kejutan ya ama aku ma?”. Jadi gak sabar untuk bertemu ama adikku yang paling nyebelin itu,. Saat pulang dari rumah sakit bukan menuju rumah tapi papa ketempat yang sama sekali gak terpikirkan olehku.” Papa apa gak salah nhi, aku pengen pulang mau ketemu liyo kog ketempat gini”. Bingung dan semakin bunging tiba-tiba tangis mama pun pecah,.” Liyo,. Udah gak ada,,”.” Apaan sih kog mama ngomong gitu gak baik tahu ma”. Masih bingung dengan semua ini langkahku berhenti digundukan tanah dengan sebuah batu Nissan yang bertuliskan
Beristirahat dengan tenang disisi BAPA disorga
Nama : MILANO ARLIYO RAJAPUTRA
Lahir : 04-april-1998
Wafat : 26-mei-2012
Air mata inipun tak dapat dibendung lagi setelah melihat ini semua dan mama berusaha menjelaskan bahwa, selama aku koma liyolah yang selalu menemanin aku dirumah sakit sehabis pulang sekolah liyo langsung kerumah sakit, sampai bermalam di rumah sakit dan gak mau meninggalkan aku, walaupun mama dan papa sudah menyerah sama dokter karena gak mendapatkan donor hati yang cocok. Namun, ternyata liyo selalu melarang dokter untuk mencabut semua alat bantu yang dipasang dan ngotot bahwa aku akan segera sadar dan mendapatkan donor hati yang cocok. Hingga suatu hari saat liyo pulang sekolah karena buru-buru kerumah sakit liyo ditabrak mobil saat menyebrang didepan rumah sakit. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir liyo meminta agar supaya hatinya di donorkan kepadaku. Marah kecewa berkecamuk didalam diriku karena selama ini aku telah menyianyiakan orang yang sanagt berharga untuk hidupku.
Seminggu kepergian liyo hari-hariku menjadi hampa dan aku selalu berharap bahwa liyo bisa kembali. Namun apapun yang aku lakukan takkan membuat liyo kembali lagi, hanya dengan menjaga hati ini aku bisa menebus semua kesalahan ku. Dan aku ingi katakana kepadanya dimanapun liyo berada kalau dia adalah ANAK KECIL YANG MENGGANGGU HARI-HARIKU, dan AKU KANGEN BANGET AMA DIA.

“ DASAR ANAK KECIL “
AKU SANGAT BENCI KAMU DARI DALAM HATIKU
(Hal yang menarik dalam mempelajari kehidupan itu adalah bagaimana seseorang dapat mengatakan ya saat hatinya mengatakan tidak.)


http://www.facebook.com/notes/agreen-bryel/dasar-anak-kecil/164086120383266

Tidak ada komentar:

Posting Komentar