Kamis, 03 Januari 2013

AIR YANG TENANG


            Aku sadar siapa akan diri ini, orang susah yang tak punya apa-apa selain cinta yang tulus untukmu. Apa aku harus marah atau membenci kedua orang tuaku karena telah memberikan kesusahan ini dan memaksa aku untuk menjalaninya atau haruskah aku berteriak kepada sang waktu agar aku kelak bisa dilahirkan dalam kondisi keluarga yang kaya raya. Satu hal yang pasti, ketulusanku ini aku persembahkan hanya untukmu!.
Perkenalkan namaku bayu dermawan, usiah 17 tahun, tinggi 175, dan berat badan 80 kg. aku bersekolah disalah satu sekolah negeri dikota. Aku termasuk anak berprestasi disekolah sejak dari kelas X sampai kelas XI, aku selalu mendapatkan pringkat satu. Hidupku selalu penuh dengan keceriaan walaupun semua itu berbanding dengan kenyataannya karena aku berasal dari keluarga yang serbah kekurangan. Setiap pagi aku selalu jalan kaki untuk kesekolah dan jarak yang harus aku tempuh setiap hari rata-rata 2 km. walaupun berasal dari keluarga yang miskin namun aku selalu aktif didalam organisasi dan menjabat sebagai ketua OSIS disekolah tempat aku menuntut ilmu. Aku termasuk siswa yang disegani di sekolahku karena prestasi tentunya.(hahahahahahaa bangga ama diri sendiri) aku orangnya tak pernah merasakan kalimat puas dalam menjalani atau melakukan sesuatu. Namun semua itu berubah setelah aku mengenal dia..! pribadi yang sungguh membuat aku jatuh cinta karena matanya yang begitu memancarkan keindahan dunia yang mungkin gak akan pernah aku sentuh. Semakin mengaguminya semakin membuat aku sadar akan posisi aku yang hanya seorang remaja dari keluarga miskin yang gak mungkin bisa bersama dengan dia. Gadis itu bernama Airin arianty siswi pindahan dari Jakarta, pindah kekotaku karena ikut bersama ayahnya yang dipindah tugaskan kekotaku. Ayahnya bekerja disalah satu perusahan besar dikotaku.
Hari ini ada kegiatan osis yang diselenggarakan disekolah, sebagai ketua osis aku bertanggung jawab penuh untuk kegiatan hari ini. Dari kelas X sampai XII diharuskan mengikuti semua kegiatan yang memfokuskan pada kegiatan olahraga yaitu basket. Tim dari kelas X melawan kelas XI dan pemenangnya akan melawan tim dari kelas XII, memang shi setiap kali ada kejuaraan pasti kelas XII yang selalu diikut sertakan mungkin karena mereka bentar lagi akan selesai dari kegiatan persekolahan karena bentar lagi mereka ujian nasional. Dari hasil pertandingan pertama kelas XI menang melawan kelas X dengan skor 25-19, dengan demikian dari hasil pertandingan tersebut kelas XI berhadapan dengan kelas XII. Pertandingan berlangsung sangat seru dengan kemenangan dari kelas XI dengan perolehan skor 23-25 dan pertandingan  tersebut berakhir dengan begitu meriah. Stelah pertandingan basket maish ada serangkaian acara lain yang diusungkan oleh panitia, ada lomba mengarang puisi yang begitu mendapatkan antusias dari semua siswa-siswi yang ada. Sehingga, memperoleh hampir 100 lembar karya puisi dari seluruh peserta yang ikut. Sistem penilaiannya yaitu 10 puisi terbaik akan di muat di madding sekolah, dari keseluruhan puisi tersebut ada sebuah puisi yang sangat mencuri perhatianku….
Sebening namamu….

Hebusan nafas ini menggambarkan bagaimana perjuanganmu
Hembusan nafas ini mengisyaratkan semua perjuanganmu
Lembar demi lembar deburan nafasmu, menghalangi langkah ini….
Tak kuasa semakin membelengguh,.
Semua yang aku inginkan ada dalam dirimu…
Seperti air yang mengalir dengan tenang
Sebening namau dalam hatiku…
Karya: Airin
Segurat puisi ini membuat hati ini menjadi semakin kagum dengan sosok cantik nan jelita yang membuat puisi tersebut, namun aku bingung dengan maksud yang tersirat dalam puisi tersebut.
Setelah selesai mengerjakan semua tugas aku bergegas untuk pulang kerumah, untuk melanjutkan kegiatanku sehabis sekolah. Biasanya sepulang sekolah aku langsung menujuh jembatan tempat anak jalanan berkumpul, bukan berarti karena aku orang susah terus aku menjadi pengemis atau sebagainya. Aku disana sering memperhatikan para anak jalanan menjalani hidupnya seperti tiada beban yang begitu berarti yang harus mereka lalui, dengan semangat yang membara mereka menjalani hari-hari mereka tanpa orang tua disisi mereka. Jadi, dengan demikian aku bisa lebih bersyukur karena masih memiliki orang tua yang lengkap.
Setiba dirumah aku langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh pak anton guru bahasa Indonesia untuk membuat sebuah cerpen.” Wahhh, apa judul yang pas yang bisa aku jadikan cerpenku nanti yaaa.”. bingung dengan pemilihan judul tapi hati ini masih tertuju pada penggalan puisi yang dibuat oleh airin yang masih membuat aku diam seribu bahasa!.” Apa shi maksud dari puisi tersebut dengan judul yang begitu tak terpikirkan’ sebening namamu’ apakah airin menuangkan kisah hidupnya atau dia hanya terinspirasi sama keadaan sekitar?”. Masih dengan tanda Tanya besar aku menyimpan semua iti dalam hatiku dan takkan aku bagi dengan yang lain.
Malam berganti hari, pagi ini aku bergegas kesekolah setelah semalaman mengerjakan tugas dari apak anton. “ huhhf,,, capek juga walaupun udah sering kayak gini tapi tetap saja merasakan capek karena pagi-pagi udah harus jalan kaki”. Sambil senyum-senyum aku memasuki ruang osis, seperti biasa kegiatan sebelum masuk kedalam kelas aku langsung keruangan osis untuk meletakkan beberapa atribut yang sering aku bawah. Bahkan sekedar untuk istirahat sebentar karena diruangan osis ada fasilitas yang menunjang untuk bersantai-santai (hahahahahahaaaaaa).” Bayu ayo masuk pak anton bentar lagi masuk kelas loh !”. ternyata shi arif aku kirain siapa.” Ok rif bentar lagi aku masuk nanggung nhi”. Sambil berlalu kupandangi arif menghilang dibalik tembok dan langsung menujuh kekelas, ternyata sudah lebih dari sejam aku duduk di ruang osis.” Selamat pagi semua,”. Pak anton menyapa kami dengan senyumnya yang ramah.” Selamat pagi pak”. Serempak kami membalas sapaan dari pak anton dengan senyuman yang tak kalah mematikan dari senyumnya pak anton(hahahaha), setelah duduk pak anton langsung menanyakan tugas yang dia berikan kemarin. Setelah selesai mengumpulkan tugas aku kembali duduk dikursiku, namun mata ini mencari seseorang yang selama beberapa hari ini menjadi sosok yang sangat aku rindukan. Dalam hati aku bertanya? Kenapa hari ini airin gak masuk. Masih dengan rasa penasaran aku bertanya sama sandra teman satu tempat duduk dengan airin.” Sandra kog airin gak masuk? Apa dia sakit!.”. mendapati pertanyaan ku Sandra menjadi bingung.”tumben kamu nanya bayu, biasanya low teman yang lain gak masuk kamu biasa aja? Jangan-jangan.!”. dengan senyumnya yang lebar banget Sandra berbalik bertanya karena keanehanku pagi ini.:” gak kog, gak apa-apa cuman nanya gak boleh kah?.” Sambil berlalu aku tetap serius mengikuti  mata pelajaran pak anton sampai selesai.
Didalam ruangan osis aku semakin merasa kangen dan rindu sejadi-jadinya sama airin padahal aku dan airin belum begitu kenal. Tapi, entah mengapa aku sangat mengagumi cewek cantik pemilik senyum manis itu.
Setelah beberapa hari aku beranikan diri untuk mengenal sosok airin lebih dekat lagi.” Hay,, airin lagi sibuk apa”. Biasalah sekedar basa basi padahal aku lagi melihat dia lagi baca buku.” Nhi lagi baca buku, kenapa? Kamu ada peerlu apa?’”. Sambil tersenyum airin menjawab pertanyaanku. Dengan begitu lembut suaranya seakan membuat aku terbang melayang ke angkasa.” Gak apa, cuman mau ngobrol aja sama kamu. Apalagi kamu siswi baru di sekolah ini, apa kamu tidak mendapat kesulitan dalam menyesuaikan diri?’”. Dengan sedikit basa-basi akhirnya aku mengetahui apa yang airin suka, mulai dari hobby sampai mata pelajaran apa yang paling dia minati. Seiring perjalanan waktu aku dengan airin lebih dekat dan lebih akrab. Namun, belum ada keberanian hati untuk menyatakan perasaanku padanya karena aku sadar banget kalau aku dan dia bagaikan bumi dan langit.
Ujian smester kenaikan kelas bentar lagi, dengan demikian bentar lagi aku akan duduk di kursi kelas XII sehingga tak terasa waktu dua tahun sudah berakhir dengan kenangan yang begitu indah. Hubunganku dengan airin juga masi sama seperti dullu belum ada perkembangan yang berarti karena semakin aku dekat dengan airin semakin Nampak juga perbedaan status social kita. Namun tak dapat aku sembunyikan bahwa aku benar-benar tulus mencintai dia. Namun, tak ada keberanian sedikitpun yang bisa aku kumpulkan untuk menyatakan perasaanku padanya, walaupun airin sudah mulai curiga dengan perubahan sikapku yang memang terlalu menunjukkan bahwa aku benar-benar mencintai dia. Seaakan doaku dikabulkan oleh Tuhan ternyata perasaanku tak bertepuk sebelah tangan karena dari beberapa teman dekatnya aku tahu bahwa airin juga menyimpan rasa yang sama denganku yaitu airin juga mencintaiku. Namun yang membuat aku bingung kog malahan beberapa hari ini dia selalu menghindar dari aku sampai ujian semester selesai airin tetap menjaga jarak dariku entah kenapa dan mengapa, tapi tak sedikitpun aku berusaha untuk meminta kejelasan darinya karena aku pikir airin mungkin sibuk menyiapkan diri nanti saat kelas XII dan mau mempersiapkan diri bagaimana dia akan bersikap terhadapku. Dengan harapan yang begitu besar aku beranikan diri untuk menemui airin dan bermaksud untuk menyatakan perasaan yang aku pendam selama ini, dengan penuh harap airin juga akan mencintaiku kelak dan tidak mempersoalkan perbedaan status diantara kita berdua.” Sandra airin dimana kog dari istirahat tadi aku gak liat?”. Sandra kayaknya menyembunyikan sesuatu karena berusaha untuk mengelak dari pertanyaanku.” Mmmm, airin yaaa.! Tadi kayaknya keperpustakaan dhe!.” Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju perpustakaan dan berharap airin masih disana, agar aku bisa menyatakan cintaku padanya.
Langkahku terhentik karena melihat sosok yang aku cinta duduk berduaan dengan seseorang di taman di samping perpustakaan. Ohhh tuhan apa semua ini memang jalan hidupku orang yang aku pikir dapat mencintaiku dengan setulus hati ternyata mencintai orang lain. Hilang semua rasa dalam hati kembali menjadi perih yang begitu mendalam, tak kuasa aku menahan perasaanku tanpa aku sadari air mata inipun jatuh. Bergegas aku meninggalkan tempat itu berharap tak ada yang melihatku.
Saat pulang sekolah hujan kembali turun dengan derasnya, aku masih berdiri didepan gerbang sekolah bukan menunggu jemputan namun menungu hujannya agak redah agar bisa pulang jalan kaki. Tanpa aku sadari entah sejak kapan airin berdiri disampingku menunggu jemputan. “ bayu kayaknya hujan ini semakin deras mending kamu pulang bareng aku aja ya!”. Tanpa menghiraukan ajaknnya aku masih kecewa dengan airin. Tapi semua berubah karena aku sadar ini semua bukan salah airin karena aku sampai detik inipun belum menyatakan cintaku padanya jadi airin bebas mau berhubungan sama siapapun yang dia suka termasuk andre yang tadi siang duduk ditaman bersama airin.” Terima kasih, gak usah repot-repot ngajak aku pulang karena hujannya udah agak redah”. Entah setan apa yang merasuk pikiranku sampai begitu ketusnya aku menjawab ajakan dari airin dan wajahnya langsung berubah. Karena hujan memang sudah agak reda akhirnya aku putuskan untuk berjalan kaki meninggalkan airin didepan pintu gerbang sekolah, mungkin aku memang cowok yang paling egois dan bodoh sedunia karena menolak ajakan orang yang paling aku cintai. Dalam perjalanan pulang air mataku menetes tak bisa aku tahan lagi karena kebodohanku sendiri dan hujan mulai turun dengan derasnya sehingga membasahi seluruh tubuh ini.
Tak berniat untuk berteduh
Atau menghindar dari lebatnya hujan
Agar tak seorangpun yang melihat air mata ini
Jatuh membasahi wajahku karena cintaku
Cintaku yang takkan mungkin pernah aku sentuh dan rasakan
Perih luka hati ini…
Itulah kata-kata yang terucap didalam hati, setelah kejadian itu aku kembali focus dengan sekolah dan mata pelajaran. Setelah selesai masa jabatan menjadi ketua osis. Aku mulai disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang entah dari mana datangnya. Tanpa aku sadari aku telah membuat sosok yang aku cinta menjauh dariku. Setahun berlalu tak terasa sekarang aku telah kuliah disalah satu universitas ternama dikotaku karena beasiswa prestasi yang aku dapatkan. Dalam keseharianku aku sangat menikmati saat-saat menjadi seorang mahasiswa. Hingga suatu saat aku mendapatkan sebuah puisi yang begitu indah yang menggoreskan sebuah nama yan tak asing bagiku.
Air yang tenang

Hujan bagaikan menghapus jejakmu..
Menghapus rasa cintamu padaku
Membuat hati ini ingin selalu bersamamu, namun..
Semakin derasnya hujan semakin membuat semua tampak jelas
Biarkan aku menjadi AIR YANG TENANG
Agar aku bisa membawa cintamu kembali padaku
Terlukis wajahmu dalam gemerincing air hujan dan…
Terbenam cintamu didalam beningnya namamu…,
                                                                                   
Karya : Airin
Entah mengapa hati ini merasakan gejolak yang sama seperti dahulu aku cinta dia, karena jujur sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikannya. Aku berharap bisa bertemu lagi dengannya walau hanya lewat bayangan tentang dirinya, karena sampai kapanpun aku takkan mungkin bertemu dengan orang yang sema seperti airin yang bagaikan air yang tenang membawa cintaku bersama kepergiannya menghadap sang pencipta..
Airin difonis menderita leukemia oleh dokter dijakarta sehingga ayahnya membawa airin pindah kekota dimana airin dilahirkan, yaitu kota tempat aku tinggal karena sesuai permintaannya agar airin dimakamkan di samping makam adiknya yang telah berpulang lebih dullu dari airin dengan penyakit yang sama. Dan setelah airin meninggal baru aku ketahui maksud dari puisinya yang berjudul sebening namamu, dan baru aku tahu juga bahwa akulah cinta pertama airin dan yang terakhir. Seperti arti yang tersirat dari puisinya SEBENING NAMAMU menggambarkan ketulusan cintanya padaku dan tak mau membuat aku ikut kecewa dan kehilangan jika nanti airin pergi menghadap sang pencipta.
Beristirahatlah dengan tenang wahay cintaku
Tersenyumlah, karena cintamu akan abadi selamanya
Bukan dalam simphoni cinta.
namun,…..
Dalam AIR YANG TENANG.
Yang tercinta AIRIN ARIANTY
Dari yang takkan pernah melupakanmu BAYU DERMAWAN……

Thanks ceritanya.... menarik banget... good job..
http://www.facebook.com/notes/agreen-bryel/air-yang-tenang/164428150349063

Tidak ada komentar:

Posting Komentar