Aku sadar siapa akan diri ini, orang susah yang tak punya
apa-apa selain cinta yang tulus untukmu. Apa aku harus marah atau membenci
kedua orang tuaku karena telah memberikan kesusahan ini dan memaksa aku untuk
menjalaninya atau haruskah aku berteriak kepada sang waktu agar aku kelak bisa
dilahirkan dalam kondisi keluarga yang kaya raya. Satu hal yang pasti,
ketulusanku ini aku persembahkan hanya untukmu!.
Perkenalkan
namaku bayu dermawan, usiah 17 tahun, tinggi 175, dan berat badan 80 kg. aku
bersekolah disalah satu sekolah negeri dikota. Aku termasuk anak berprestasi
disekolah sejak dari kelas X sampai kelas XI, aku selalu mendapatkan pringkat
satu. Hidupku selalu penuh dengan keceriaan walaupun semua itu berbanding
dengan kenyataannya karena aku berasal dari keluarga yang serbah kekurangan.
Setiap pagi aku selalu jalan kaki untuk kesekolah dan jarak yang harus aku
tempuh setiap hari rata-rata 2 km. walaupun berasal dari keluarga yang miskin
namun aku selalu aktif didalam organisasi dan menjabat sebagai ketua OSIS
disekolah tempat aku menuntut ilmu. Aku termasuk siswa yang disegani di
sekolahku karena prestasi tentunya.(hahahahahahaa bangga ama diri sendiri) aku
orangnya tak pernah merasakan kalimat puas dalam menjalani atau melakukan
sesuatu. Namun semua itu berubah setelah aku mengenal dia..! pribadi yang
sungguh membuat aku jatuh cinta karena matanya yang begitu memancarkan
keindahan dunia yang mungkin gak akan pernah aku sentuh. Semakin mengaguminya
semakin membuat aku sadar akan posisi aku yang hanya seorang remaja dari
keluarga miskin yang gak mungkin bisa bersama dengan dia. Gadis itu bernama
Airin arianty siswi pindahan dari Jakarta, pindah kekotaku karena ikut bersama
ayahnya yang dipindah tugaskan kekotaku. Ayahnya bekerja disalah satu perusahan
besar dikotaku.
Hari ini ada
kegiatan osis yang diselenggarakan disekolah, sebagai ketua osis aku
bertanggung jawab penuh untuk kegiatan hari ini. Dari kelas X sampai XII
diharuskan mengikuti semua kegiatan yang memfokuskan pada kegiatan olahraga
yaitu basket. Tim dari kelas X melawan kelas XI dan pemenangnya akan melawan
tim dari kelas XII, memang shi setiap kali ada kejuaraan pasti kelas XII yang
selalu diikut sertakan mungkin karena mereka bentar lagi akan selesai dari
kegiatan persekolahan karena bentar lagi mereka ujian nasional. Dari hasil
pertandingan pertama kelas XI menang melawan kelas X dengan skor 25-19, dengan
demikian dari hasil pertandingan tersebut kelas XI berhadapan dengan kelas XII.
Pertandingan berlangsung sangat seru dengan kemenangan dari kelas XI dengan
perolehan skor 23-25 dan pertandingan tersebut berakhir dengan begitu
meriah. Stelah pertandingan basket maish ada serangkaian acara lain yang
diusungkan oleh panitia, ada lomba mengarang puisi yang begitu mendapatkan
antusias dari semua siswa-siswi yang ada. Sehingga, memperoleh hampir 100
lembar karya puisi dari seluruh peserta yang ikut. Sistem penilaiannya yaitu 10
puisi terbaik akan di muat di madding sekolah, dari keseluruhan puisi tersebut ada
sebuah puisi yang sangat mencuri perhatianku….
Sebening namamu….
Hebusan nafas ini
menggambarkan bagaimana perjuanganmu
Hembusan nafas ini
mengisyaratkan semua perjuanganmu
Lembar demi lembar deburan
nafasmu, menghalangi langkah ini….
Tak kuasa semakin
membelengguh,.
Semua yang aku inginkan ada
dalam dirimu…
Seperti air yang mengalir
dengan tenang
Sebening namau dalam hatiku…
Karya: Airin
Segurat puisi ini
membuat hati ini menjadi semakin kagum dengan sosok cantik nan jelita yang
membuat puisi tersebut, namun aku bingung dengan maksud yang tersirat dalam
puisi tersebut.
Setelah selesai
mengerjakan semua tugas aku bergegas untuk pulang kerumah, untuk melanjutkan
kegiatanku sehabis sekolah. Biasanya sepulang sekolah aku langsung menujuh
jembatan tempat anak jalanan berkumpul, bukan berarti karena aku orang susah
terus aku menjadi pengemis atau sebagainya. Aku disana sering memperhatikan
para anak jalanan menjalani hidupnya seperti tiada beban yang begitu berarti
yang harus mereka lalui, dengan semangat yang membara mereka menjalani
hari-hari mereka tanpa orang tua disisi mereka. Jadi, dengan demikian aku bisa
lebih bersyukur karena masih memiliki orang tua yang lengkap.
Setiba dirumah
aku langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh pak anton guru bahasa
Indonesia untuk membuat sebuah cerpen.” Wahhh, apa judul yang pas yang bisa aku
jadikan cerpenku nanti yaaa.”. bingung dengan pemilihan judul tapi hati ini
masih tertuju pada penggalan puisi yang dibuat oleh airin yang masih membuat
aku diam seribu bahasa!.” Apa shi maksud dari puisi tersebut dengan judul yang
begitu tak terpikirkan’ sebening namamu’ apakah airin menuangkan kisah hidupnya
atau dia hanya terinspirasi sama keadaan sekitar?”. Masih dengan tanda Tanya
besar aku menyimpan semua iti dalam hatiku dan takkan aku bagi dengan yang
lain.
Malam berganti
hari, pagi ini aku bergegas kesekolah setelah semalaman mengerjakan tugas dari
apak anton. “ huhhf,,, capek juga walaupun udah sering kayak gini tapi tetap
saja merasakan capek karena pagi-pagi udah harus jalan kaki”. Sambil
senyum-senyum aku memasuki ruang osis, seperti biasa kegiatan sebelum masuk
kedalam kelas aku langsung keruangan osis untuk meletakkan beberapa atribut
yang sering aku bawah. Bahkan sekedar untuk istirahat sebentar karena diruangan
osis ada fasilitas yang menunjang untuk bersantai-santai (hahahahahahaaaaaa).”
Bayu ayo masuk pak anton bentar lagi masuk kelas loh !”. ternyata shi arif aku
kirain siapa.” Ok rif bentar lagi aku masuk nanggung nhi”. Sambil berlalu
kupandangi arif menghilang dibalik tembok dan langsung menujuh kekelas,
ternyata sudah lebih dari sejam aku duduk di ruang osis.” Selamat pagi semua,”.
Pak anton menyapa kami dengan senyumnya yang ramah.” Selamat pagi pak”.
Serempak kami membalas sapaan dari pak anton dengan senyuman yang tak kalah
mematikan dari senyumnya pak anton(hahahaha), setelah duduk pak anton langsung
menanyakan tugas yang dia berikan kemarin. Setelah selesai mengumpulkan tugas
aku kembali duduk dikursiku, namun mata ini mencari seseorang yang selama
beberapa hari ini menjadi sosok yang sangat aku rindukan. Dalam hati aku
bertanya? Kenapa hari ini airin gak masuk. Masih dengan rasa penasaran aku
bertanya sama sandra teman satu tempat duduk dengan airin.” Sandra kog airin
gak masuk? Apa dia sakit!.”. mendapati pertanyaan ku Sandra menjadi
bingung.”tumben kamu nanya bayu, biasanya low teman yang lain gak masuk kamu
biasa aja? Jangan-jangan.!”. dengan senyumnya yang lebar banget Sandra berbalik
bertanya karena keanehanku pagi ini.:” gak kog, gak apa-apa cuman nanya gak
boleh kah?.” Sambil berlalu aku tetap serius mengikuti mata pelajaran pak
anton sampai selesai.
Didalam ruangan
osis aku semakin merasa kangen dan rindu sejadi-jadinya sama airin padahal aku
dan airin belum begitu kenal. Tapi, entah mengapa aku sangat mengagumi cewek
cantik pemilik senyum manis itu.
Setelah
beberapa hari aku beranikan diri untuk mengenal sosok airin lebih dekat lagi.”
Hay,, airin lagi sibuk apa”. Biasalah sekedar basa basi padahal aku lagi
melihat dia lagi baca buku.” Nhi lagi baca buku, kenapa? Kamu ada peerlu
apa?’”. Sambil tersenyum airin menjawab pertanyaanku. Dengan begitu lembut
suaranya seakan membuat aku terbang melayang ke angkasa.” Gak apa, cuman mau
ngobrol aja sama kamu. Apalagi kamu siswi baru di sekolah ini, apa kamu tidak
mendapat kesulitan dalam menyesuaikan diri?’”. Dengan sedikit basa-basi
akhirnya aku mengetahui apa yang airin suka, mulai dari hobby sampai mata pelajaran
apa yang paling dia minati. Seiring perjalanan waktu aku dengan airin lebih
dekat dan lebih akrab. Namun, belum ada keberanian hati untuk menyatakan
perasaanku padanya karena aku sadar banget kalau aku dan dia bagaikan bumi dan
langit.
Ujian smester kenaikan
kelas bentar lagi, dengan demikian bentar lagi aku akan duduk di kursi kelas
XII sehingga tak terasa waktu dua tahun sudah berakhir dengan kenangan yang
begitu indah. Hubunganku dengan airin juga masi sama seperti dullu belum ada
perkembangan yang berarti karena semakin aku dekat dengan airin semakin Nampak
juga perbedaan status social kita. Namun tak dapat aku sembunyikan bahwa aku
benar-benar tulus mencintai dia. Namun, tak ada keberanian sedikitpun yang bisa
aku kumpulkan untuk menyatakan perasaanku padanya, walaupun airin sudah mulai
curiga dengan perubahan sikapku yang memang terlalu menunjukkan bahwa aku
benar-benar mencintai dia. Seaakan doaku dikabulkan oleh Tuhan ternyata
perasaanku tak bertepuk sebelah tangan karena dari beberapa teman dekatnya aku
tahu bahwa airin juga menyimpan rasa yang sama denganku yaitu airin juga
mencintaiku. Namun yang membuat aku bingung kog malahan beberapa hari ini dia
selalu menghindar dari aku sampai ujian semester selesai airin tetap menjaga
jarak dariku entah kenapa dan mengapa, tapi tak sedikitpun aku berusaha untuk
meminta kejelasan darinya karena aku pikir airin mungkin sibuk menyiapkan diri
nanti saat kelas XII dan mau mempersiapkan diri bagaimana dia akan bersikap
terhadapku. Dengan harapan yang begitu besar aku beranikan diri untuk menemui
airin dan bermaksud untuk menyatakan perasaan yang aku pendam selama ini,
dengan penuh harap airin juga akan mencintaiku kelak dan tidak mempersoalkan
perbedaan status diantara kita berdua.” Sandra airin dimana kog dari istirahat
tadi aku gak liat?”. Sandra kayaknya menyembunyikan sesuatu karena berusaha
untuk mengelak dari pertanyaanku.” Mmmm, airin yaaa.! Tadi kayaknya
keperpustakaan dhe!.” Tanpa berpikir panjang aku langsung menuju perpustakaan
dan berharap airin masih disana, agar aku bisa menyatakan cintaku padanya.
Langkahku
terhentik karena melihat sosok yang aku cinta duduk berduaan dengan seseorang
di taman di samping perpustakaan. Ohhh tuhan apa semua ini memang jalan hidupku
orang yang aku pikir dapat mencintaiku dengan setulus hati ternyata mencintai
orang lain. Hilang semua rasa dalam hati kembali menjadi perih yang begitu
mendalam, tak kuasa aku menahan perasaanku tanpa aku sadari air mata inipun
jatuh. Bergegas aku meninggalkan tempat itu berharap tak ada yang melihatku.
Saat pulang
sekolah hujan kembali turun dengan derasnya, aku masih berdiri didepan gerbang
sekolah bukan menunggu jemputan namun menungu hujannya agak redah agar bisa
pulang jalan kaki. Tanpa aku sadari entah sejak kapan airin berdiri disampingku
menunggu jemputan. “ bayu kayaknya hujan ini semakin deras mending kamu pulang
bareng aku aja ya!”. Tanpa menghiraukan ajaknnya aku masih kecewa dengan airin.
Tapi semua berubah karena aku sadar ini semua bukan salah airin karena aku
sampai detik inipun belum menyatakan cintaku padanya jadi airin bebas mau
berhubungan sama siapapun yang dia suka termasuk andre yang tadi siang duduk
ditaman bersama airin.” Terima kasih, gak usah repot-repot ngajak aku pulang
karena hujannya udah agak redah”. Entah setan apa yang merasuk pikiranku sampai
begitu ketusnya aku menjawab ajakan dari airin dan wajahnya langsung berubah.
Karena hujan memang sudah agak reda akhirnya aku putuskan untuk berjalan kaki
meninggalkan airin didepan pintu gerbang sekolah, mungkin aku memang cowok yang
paling egois dan bodoh sedunia karena menolak ajakan orang yang paling aku
cintai. Dalam perjalanan pulang air mataku menetes tak bisa aku tahan lagi
karena kebodohanku sendiri dan hujan mulai turun dengan derasnya sehingga
membasahi seluruh tubuh ini.
Tak berniat untuk berteduh
Atau menghindar dari
lebatnya hujan
Agar tak seorangpun yang
melihat air mata ini
Jatuh membasahi wajahku
karena cintaku
Cintaku yang takkan mungkin
pernah aku sentuh dan rasakan
Perih luka hati ini…
Itulah
kata-kata yang terucap didalam hati, setelah kejadian itu aku kembali focus
dengan sekolah dan mata pelajaran. Setelah selesai masa jabatan menjadi ketua
osis. Aku mulai disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang entah dari mana
datangnya. Tanpa aku sadari aku telah membuat sosok yang aku cinta menjauh
dariku. Setahun berlalu tak terasa sekarang aku telah kuliah disalah satu
universitas ternama dikotaku karena beasiswa prestasi yang aku dapatkan. Dalam
keseharianku aku sangat menikmati saat-saat menjadi seorang mahasiswa. Hingga
suatu saat aku mendapatkan sebuah puisi yang begitu indah yang menggoreskan
sebuah nama yan tak asing bagiku.
Air yang tenang
Hujan bagaikan menghapus
jejakmu..
Menghapus rasa cintamu
padaku
Membuat hati ini ingin
selalu bersamamu, namun..
Semakin derasnya hujan
semakin membuat semua tampak jelas
Biarkan aku menjadi AIR YANG
TENANG
Agar aku bisa membawa
cintamu kembali padaku
Terlukis wajahmu dalam
gemerincing air hujan dan…
Terbenam cintamu didalam
beningnya namamu…,
Karya : Airin
Entah mengapa
hati ini merasakan gejolak yang sama seperti dahulu aku cinta dia, karena jujur
sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikannya. Aku berharap bisa bertemu
lagi dengannya walau hanya lewat bayangan tentang dirinya, karena sampai
kapanpun aku takkan mungkin bertemu dengan orang yang sema seperti airin yang
bagaikan air yang tenang membawa cintaku bersama kepergiannya menghadap sang
pencipta..
Airin difonis
menderita leukemia oleh dokter dijakarta sehingga ayahnya membawa airin pindah
kekota dimana airin dilahirkan, yaitu kota tempat aku tinggal karena
sesuai permintaannya agar airin dimakamkan di samping makam adiknya yang telah
berpulang lebih dullu dari airin dengan penyakit yang sama. Dan setelah airin
meninggal baru aku ketahui maksud dari puisinya yang berjudul sebening namamu,
dan baru aku tahu juga bahwa akulah cinta pertama airin dan yang terakhir.
Seperti arti yang tersirat dari puisinya SEBENING NAMAMU menggambarkan
ketulusan cintanya padaku dan tak mau membuat aku ikut kecewa dan kehilangan
jika nanti airin pergi menghadap sang pencipta.
Beristirahatlah dengan
tenang wahay cintaku
Tersenyumlah, karena cintamu
akan abadi selamanya
Bukan dalam simphoni cinta.
namun,…..
Dalam AIR YANG TENANG.
Yang tercinta AIRIN ARIANTY
Dari yang takkan pernah
melupakanmu BAYU DERMAWAN……
Thanks ceritanya.... menarik banget... good job..
http://www.facebook.com/notes/agreen-bryel/air-yang-tenang/164428150349063
Tidak ada komentar:
Posting Komentar