Maafkan Abi Bunda…..
Raut wajah
perempuan itu begitu bahagia
Melihat malaikat kecilnya menatap dunia
Senang yang hinggap di hatinya tak terperi
Seakan kesusahannya lenyap begitu saja
Melihat malaikat kecilnya menatap dunia
Senang yang hinggap di hatinya tak terperi
Seakan kesusahannya lenyap begitu saja
Dialah yang
mencintaiku di pagi hari
Merawatku, bahkan membawaku jalan-jalan
Dalam dalam mobilnya.
Dalam hari-harinya ia terus berdoa untukku
Agar aku berguna bagi bangsa kelak, sesuai harapannya
Merawatku, bahkan membawaku jalan-jalan
Dalam dalam mobilnya.
Dalam hari-harinya ia terus berdoa untukku
Agar aku berguna bagi bangsa kelak, sesuai harapannya
Aku teringat,
ketika aku baru mengenalnya
Ia selalu membelikanku baju
Mendandaniku seperti aku adalah boneka kesayangannya
Mengabulkan permintaanku ketika aku merengek
Tentunya selalu melindungiku
Mengasihiku dan menyayangiku tanpa lelah
Mengajariku tanpa peduli waktu yang ia punya
Baginya, aku adalah permata tak bernilai
Dialah, bundaku.
Ia selalu membelikanku baju
Mendandaniku seperti aku adalah boneka kesayangannya
Mengabulkan permintaanku ketika aku merengek
Tentunya selalu melindungiku
Mengasihiku dan menyayangiku tanpa lelah
Mengajariku tanpa peduli waktu yang ia punya
Baginya, aku adalah permata tak bernilai
Dialah, bundaku.
Seorang yang menyayangiku lebih dari siapapun
Bunda selalu
berkorban banyak untukku
Ia bahkan rela mengorbankan dirinya
Agar aku dapat bahagia
Tapi apa balasan yang kuberikan pada bundaku?
Hanyalah bentakan bentakan dan caci maki
Aku sering sekali membuatnya menangis
Tetapi ia tetap sabar.
Ia bahkan rela mengorbankan dirinya
Agar aku dapat bahagia
Tapi apa balasan yang kuberikan pada bundaku?
Hanyalah bentakan bentakan dan caci maki
Aku sering sekali membuatnya menangis
Tetapi ia tetap sabar.
Pantaskah aku
melawan Bunda,
yang selalu merawat dan menyayangiku?
Sesungguhnya itu tiadalah bermanfaat
Mengapa aku terus saja menyakitinya
Padahal ia tidak menyakitiku.
Perbuatanku sama sekali tidak dapat dibenarkan
yang selalu merawat dan menyayangiku?
Sesungguhnya itu tiadalah bermanfaat
Mengapa aku terus saja menyakitinya
Padahal ia tidak menyakitiku.
Perbuatanku sama sekali tidak dapat dibenarkan
Maafkan aku, Bunda.
Telah membuatmu menangis tiap malam karena aku
Maafkan aku yang telah membuat hatimu sesak
Karena ulah bandelku
Maafkan aku,
Bundaku Farah
Flamboyant...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar