Hidup Itu Penuh Keajaiban, Keindahan dan Sangat Sederhana
Hidup ini penuh keajaiban saat kita lahir adalah keajaiban yang tersendiri, bagaiman kita bisa bernafas dengan bebas menikmati segala penciptaan Tuhan yang segalanya indah, tak ada yang dapat kita lakukan selain bersyukur kedapa Tuhan, karena kita masih diberikan nikmat yang tak ada habisnya.
Hidup itu ternyata sederhana. Ada seorang karyawan datang ke sebuah perusahaan ingin melamar kerja. Setelah selesai interview dia pergi ke toilet dan melihat ada kotoran menempel di cermin. Dia ambil tissue lalu bersihkan kotoran tersebut, dan tanpa sengaja hal itu terlihat oleh sang bos yang tadi meng-interview. Melihat hal itu, saat itu juga sang bos langsung menerima karyawan tersebut bekerja di perusahaannya. Ah, ternyata untuk memperoleh keberkahan dalam hidup itu sederhana, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Hidup itu ternyata sederhana. Seorang suami berkata kepada istrinya, “Kamu cantik sekali hari ini sayang.” Sang istri langsung senyum-senyum kesenengan sambil mikir, “Tumben banget suami gw muji!” Lalu ditanya oleh sang istri,“Kenapa tiba-tiba bilang cantik?” Sang suami menjawab, “Karena hari ini kamu ga marah-marah seperti biasanya.” Ah, ternyata untuk memiliki kecantikan itu sederhana, hanya cukup memperbaiki sikap, maka kecantikan dari dalam (inner beauty) akan terpancar keluar.
Hidup itu ternyata sederhana. Seorang pengusaha kuliner mendapat order 100 cupcakes dari klien untuk pesta ulang tahun anaknya. Saat tiba di rumah, ternyata cupcakes yang dikirim berjumlah 110. Kata sang pengusaha, tambahan 10 buah itu adalah hadiah ulang tahun untuk anaknya. Sang klien merasa senang dan keesokan harinya memesan kembali cupcakes dari pengusaha tersebut dengan jumlah 3x lipat untuk acara di kantornya. Ah, ternyata untuk mendapat rezeki lebih itu sederhana, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Hidup itu ternyata sederhana. Seorang anak kecil menangis karena antingnya hilang di halaman rumah. Para pembantu kebingungan dan ada yang menyarankan, “panggil anjing pelacak”. Saran lainnya, “potong aja semua rumput biar keliatan”. Lalu sang Ibu dengan bijak mengatakan, “cari pelan-pelan dari ujung halaman sini sampai ujung sana”. Akhirnya anting itu pun ketemu. Ah, ternyata untuk berhasil itu sederhana, cukup melakukan segala sesuatu setahap demi setahap, dan bukan dengan jalan pintas.
Hidup itu ternyata sederhana. Segerombolan anak muda sedang mendaki Gunung Bromo. Semua berjalan dengan muka memelas karena membawa barang yang sangat banyak, dan hanya si Bejo yang berjalan dengan gembira. Teman-temannya bertanya ke bejo, “Jo, lo kenapa happy banget?” Dia menjawab sambil nyengir, “Ya karena barang bawaan gw dikit, ga seperti kalian!” Ah, ternyata memperoleh kegembiraan itu sederhana, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar