Surat Terakhir Sang Istri
Karya a3by
(dalam cerpen pesona sang a3by)
Sebuah mobil mewah masuk jurang, mobil itu sudah 4 jam berada dijurang itu, baru ditemukan oleh sopir bis, polisi yang datang ketempat kejadian perkara menemukan seorang lelaki yang menjadi sopir wanita setengah baya yang menjadi majikannya. Wanita ini tertintih mobil dengan sebagian badan diatas batu besar dengan luka dikepala. Wanita ini memegang selembar kertas, itu adalah surat terakhir yang ditulis sebulum wanita tersebut meninggal.
Untuk suamiku yang sangat aku cintai
Tak ingin ada yang ingin menulis surat dalam keadaan seperti ini. Entah aku harus memulai dari mana sayangku, sejak duabelas tahun yang lalu kau melamarku, yang saat itu kita ditentang oleh ayah karena pekerjaanmu hanya sebagai sopir angkot, yang itu bagi ayah adalah kesalahan terbesar yang aku lakukan dalam hidupku aku mau menerimah lamaran darimu, dengan segala hambatan kita akhirnya menikah, tahun pertama dalam pernikahan kita, kita sudah dikarunia seorang putra yang sangat tampan seperti dirimu, ditahun ketiga kita dikarunia lagi putri yang sangat cantik lengkaplah sudah kebahagian kita, karena dua buah hati kita tumbuh menjadi anak yang sehat,tapi kehidupan kita tak berubah masih tinggal dirumah orangku, kau pasti sangat kesal dengan semua ocehanku setiap pagi, aku ingin rumah, aku ingin kesalon seperti ibu- ibu yang lainnya. Dan aku selalu mendesakmu agar kau bekerja lebih giat lagi, aku masih ingat betapa durhakanya aku saat aku ingin membayar uang arisanku yang sebesar 500 ribu rupiah yang aku marah karena uangnya kurang 200ribu padahal kau telah berusaha seharian, dengan ikhlas kau pergi lagi sehabis magrib agar kau bias mendapat lebihnya, entah bagimana kau bias mengumpulkan uang dalam semalam 200 ribu yang hanya ku habiskan berpoya poya tanpa aku tahu bagaimana pengorbananmu, bukan itu sayja saying aku tak pernah menyiapakanmu sarapan atanau menemanimu sarapan sejak aku memulai bisnisku yang makin lama makin sukses, bahkan untuk menemani anak kita saja aku sangat jarang, aku tahu awalnya kau yang menolakku bekerja kau tidak ingin aku letih dan itu sama sekali tidak pernah aku gubris, bahkan aku selalu menggapmu sebagai penghambat perkembanganku, dan akhirnya kau luluh dan membiarkan diriku bekerja.
Setahun aku bekerja akhirnya aku dapat membeli rumah, dan kita pindah kerumah itu, aku sangat bangga telah memiliki rumah dengan hasil jerih payahku sendri, betapa egoisnya aku, padahal ada dirimu yang tiap malam memijitku dan selalu mendengar keluhku yang tak habis mengeluh dan mengoceh, dengan sabae kau dengar semua keluhku tanpa pernah kau mengeluh, aku masih sangat ingat bagaimana aku melarangmu untuk menarik angkot lagi yang bagiku itu pekerjaan yang tidak pantas bagi kita yang telah tinggal di kawasan elit, tapi kau hanya tersenyum, setiap hari aku pergi dipagi hari dan pulang larut malam, kau asuh anak-anak tanpa pernah mengelauh, kau siapkan mereka sarapan,memandihkan yang semua itu harusnya aku yang mengerjakanya, kau selalu setia menemaniku bangun pagi dan menyiapkan air panas untukku mandi dan aku selalu mengeluh jika airnya masih dingin atau terlalu panas dengan sabar kau menggantinya, dikala malam tiba kau setia menungguhku hinggah larut malam, hanya untuk menyambutku, padahal aku tahu kau sangat lelah setelah mencari nafkah dengan angkotmu.
Diulangtahun pernikahan kita yang kesepuluh kau membelikan aku sebuah tas yang mahal dan aku tahu itu hasil menabungmu selama setahun tapi aku malah tak bertemah kasih malah lebih menyukai hadiah hadiah yang diberika oleh teman temanku, semakin lama akau semakin sibuk, bahkan ak jarang aku keluar kota untuk waktu yang lama, setiap kali handphoneku bordering yang aku tahu itu kau yang menelpon aku tak pernagh mengangkatnya, paling paling aku SMS bahwa aku sibuk sekali jangan diganggu, akibat aku kelelahan aku dirawat dirumah sakit,kau selalu menemaniku siang dan malam tanpa ada letihmu, kau pulang hanya memandikan anak anak dan mengantarnya kesekolah jauh sebelum aku bangun, sekeluarnya aku dari rumah sakit kau selalu pulang lebih awal hanya untuk menemaniku dan tak ingin membuatku kesepian dirumah, tapi aku tak pernah tahu betapa besarnya kau mencintaiku,
Setelah aku sembuh bukannya aku merawatmu malah aku meninggalkanmu pergi keluar negeri untuk mengurus bisnis baru, yang itu berarti kau ku tinggalkan untuk waktu yang lama, hampir tiap hari kau mengirimiku SMS tapi aku tak pernah membalasnya.
Tak ada yang mau menulis surat dalam keadaan seperti ini, mungkin terakhir kali perjalanan panjangku keluar kota terpanjang dan yang terakhir, aku sangat mencintaimu saying, anak kita yang aku sering tinggalkan maafkan mama karena ingin mengejar materi mama melupakan kalian, mama memang jahat ya? Bahkan saat kalian pentas mama tak sempat hadir mama lebih pentingkan meeting daripada anak anak mama sendri. Mama sangat saying kalian nak, bagi mama kalian segalahnya. Suamiku untuk pertama kalinya aku merasa sangat sendrian tak ada dirimu lagi, tak ada yang menolongku, tapi aku ingin katakana bahwa kau yang selalu dihatiku, jaga anak-anak baik- baik,…..,…..,
Semua polisi yang membaca surat itu hanya bisa menagis……………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar