Kamis, 17 Maret 2011

Kampus, Apa Kandang Kebo????


Kampus, Apa Kandang Kebo????

Kalau sudah berbicara kampus, pasti yang terbayang adalah fasiliatas yang bagus, tempat yang nyaman untuk kuliah dan mendapatkan ilmu serta pengetahuan, tapi hal ini tak mungkin didapat di UNMUL, khususnya diFKIP, tidak percaya?????..........
FKIP Unmul Samarinda memang memiliki 3 kampus ditiga tempat yang berbeda, ayo kita absen: pertama kampus FKIP Gunung Kelua, Kedua Kampus FKIP Pahlawan, Ketiga Kampus FKIP Banggeris, ketiga kampus FKIP ini sangat memperihatikan keadaannya, tapi diantara ketiga kampus ini kampus FKIP Banggerislah yang paling memprihatinkan.
Kampus FKIP banggeris jika dilihat sekilas tak pantas disebut kampus apalagi untuk ukuran kampus negeri, bayangkan saja kampus FKIP Banggeris yang dihuni ribuan mahasiswa dari 5 Program study, kondisinya sangat tidak memungkinkan disebut kampus, sudah banyak yang bilang kampus FKIP banggeris tak ubahnya seperti Kampus Kandang sapi, pantas lah disebut demikian, Fasilitas saja seperti WC dalam keadaan yang tidak sangat pantas, WC yang sangat kotor tanpa penerangan, kunci, dan tak ada alat untuk mengambil air seperti Gayung dll, lebih baik kandang ayam dari pada itu WC. He eh sungguh memperihatinkan, padahal setiap tahunnya FKIPlah yang banyak menyumbang mahasiswa bagi UNMUL, fakultas yang paling banyak peminatnya. Tapi kondisi ini tak membuat adanya perluasan kampus, wacana untuk membangun beberapa ruangan dikampus khususnya di FKIP Banggeris tinggallah wacana saja, sudah beberapa tahun wacana itu disampaikan tapi sampai saat ini tak ada pembangunannya sama sekali…….
Setiap semester mahasiswa FKIP membayar lebih dari 700 ribu bagi yang regular dan lebih dari 1 juta bagi yang non regular, bisa dibayangkan dong berapa yang FKIP dapat dari uang ini dengan mahasiswanya yang ribuan, belum lagi uang pembangunan yang jutaan yang harus mahasiswa bayarkan. Tapi tidak ada hasilnya, syukur-syukur beberapa bulan lalu dicat, itupun tidak semuanya dicat, dananya sangat besar tapi hasilnya sangat minim. apa sebenarnya yang terjadi?
Kalau dibanding FISIPOL yang mahasiswanya hanya membayar 600 ribuan setiap semesternya jauh dibawa yang harus dibayar FKIP, tapi mereka mendapatkan fasilitas yang terbaik, ruang kelas yang lebar, dengan pendingin ruangan, berbeda dengan FKIP hanya mendapatkan ruangan kecil dan harus berebut dengan kelas lain agar dapat kelas, ditambah lagi dengan ruangan yang tanpa pendingin udara syukur-syukur ada kipas, itupun hanya satu ditambah dengan peyakitnya yang penuh debu.FISIPOL jga mendapatkan akses internet sedangkan diFKIP banggeris boro-boro mau dapat fasilitas itu perpustakananya adjah sangat memperihatinkan. Difakultas lain mereka dapat kuliah dengan nyaman tanpa ganguan. Di FKIP banggeris kami harus membagi kampus dengan anak-anak kecil yang sekolah diPAUD. Sungguh berbeda jauh ya? Padahal diFKIP banggerislah yang nanti mengajarkan ilmu-ilmu dasar mulai dari PAUD yang membina anak dari usia dini, hingga PGSD yang membina anak SD serta BK yang membantu permasalahan siswa. Pemimpin FKIP tidak peka terhadap ini.
Sekarang siapa sebenarnya yang harus disalahkan dengan kondisi seperti ini, apa kah ada KKN di FKIP, ada kah ada system yang salah atau kebijakannya salah, atau mungkin pemimpinya yang tak pernah mau tahu dengan kondisi ini, kami mahasiswa sudah sangat jenuh dengan janji-janji amnis pemimpin UNMUL yang mau renovasi, renovasi dan renovasi ternyata itu hanya janji manis saat kampanye…..
Kita tunggu saja apakah akan ada perubahan di FKIP????



Tidak ada komentar:

Posting Komentar